Jakarta: Hampir sepekan terjadinya perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat, media Timur Tengah mencatat setidaknya sudah 150 kota di Iran yang diserang oleh AS dan Israel.
Sementara itu, sebagai balasan Iran telah melancarkan 19 gelombang serangan ke Israel dan pos militer Amerika di kawasan Teluk.
Meski berada di tengah eskalasi konflik ini, konstitusi Iran mengharuskan pemilihan pemimpin tertinggi dilakukan secara cepat.
Lalu, siapa yang akan meneruskan kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei? Kita lihat informasinya berikut ini.
Nama-nama yang mengemuka
Mojtaba Khamenei
Salah satu nama yang mengemuka untuk menggantikan mendingan Ali Khamenei adalah putra keduanya, Mojtaba Khamenei. Mojtaba sebelumnya bertugas di angkatan bersenjata selama perang Iran-Irak. Dia juga memiliki kedekatan dengan Garda Revolusi Iran (IRGC).
Alireza Arafi
Alireza Arafi adaah ulama atau pemimpin tertinggi sementara Iran. Alireza merupakan orang kepercayaan Khamenei, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketaua Majelis Pakar dan Anggota Dewan Penjaga. Alireza juga pernah menjabat sebagai kepala sistem seminari Iran.
Hasan Khomenei
Hasan Khomeini adalah cucu pendiri Republik Islam, Ruhollah Khomeini. Hasan belum pernah memegang jabatan publik. Dia sempat didiskualifikasi saat pencalonan majelis pakar pada 2016.
Mohammad Mehdi Mirbagheri
Dia merupakan ulama dan anggota majelis pakar Iran. Mehdi mewakili sayap paling konservatif dari kalangan ulama dan dikenal sangat kritis dan menentang Barat. Mehdi memimpin akademi ilmu Islam di Kota Qom.
Peran pemimpin tertinggi Iran
Pemimpin tertinggi Iran berperan sebagai kepala negara, pemimpin tertinggi politik dan agama, menunjukkan pemimpin pos-pos penting, merancang kebijakan umum, dan komando tertinggi angkatan bersenjata dan pengaruh besar bagi IRGC.
Sumber: Tim Redaksi Metro TV