Menunggu Suksesi Pemimpin Iran di Tengah Eskalasi Perang

6 March 2026 08:18

Jakarta: Hampir sepekan terjadinya perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat, media Timur Tengah mencatat setidaknya sudah 150 kota di Iran yang diserang oleh AS dan Israel.

Sementara itu, sebagai balasan Iran telah melancarkan 19 gelombang serangan ke Israel dan pos militer Amerika di kawasan Teluk.

Meski berada di tengah eskalasi konflik ini, konstitusi Iran mengharuskan pemilihan pemimpin tertinggi dilakukan secara cepat.

Lalu, siapa yang akan meneruskan kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei? Kita lihat informasinya berikut ini.

Nama-nama yang mengemuka


Mojtaba Khamenei

Salah satu nama yang mengemuka untuk menggantikan mendingan Ali Khamenei adalah putra keduanya, Mojtaba Khamenei. Mojtaba sebelumnya bertugas di angkatan bersenjata selama perang Iran-Irak. Dia juga memiliki kedekatan dengan Garda Revolusi Iran (IRGC).

Alireza Arafi


Alireza Arafi adaah ulama atau pemimpin tertinggi sementara Iran. Alireza merupakan orang kepercayaan Khamenei, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketaua Majelis Pakar dan Anggota Dewan Penjaga. Alireza juga pernah menjabat sebagai kepala sistem seminari Iran.


Hasan Khomenei


Hasan Khomeini adalah cucu pendiri Republik Islam, Ruhollah Khomeini. Hasan belum pernah memegang jabatan publik. Dia sempat didiskualifikasi saat pencalonan majelis pakar pada 2016.


Mohammad Mehdi Mirbagheri


Dia merupakan ulama dan anggota majelis pakar Iran. Mehdi mewakili sayap paling konservatif dari kalangan ulama dan dikenal sangat kritis dan menentang Barat. Mehdi memimpin akademi ilmu Islam di Kota Qom.


Peran pemimpin tertinggi Iran


Pemimpin tertinggi Iran berperan sebagai kepala negara, pemimpin tertinggi politik dan agama, menunjukkan pemimpin pos-pos penting, merancang kebijakan umum, dan komando tertinggi angkatan bersenjata dan pengaruh besar bagi IRGC.

Sumber: Tim Redaksi Metro TV

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)