21 June 2023 23:26
Sejumlah organisasi islam besar di Indonesia sepakat mengakui ajaran di Pondok Pesantren Al-Zaytun menyimpang dari ajaran islam. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat dengan tegas menyatakan ajaran di Pondok Pesantren Al-Zaytun menyimpang dari ajaran islam.
PWNU Jawa Barat meminta pemerintah untuk turun tangan bersama mengatasi problem akidah yang terjadi di ponpes pimpinan Panji Gumilang ini.
"Kepada pemerintah agar segera menindak tegas Ponpes Al-Zaytun dan tokohnya atas segala penyimangan yang telah terbukti," kata Ketua PWNU Jawa Barat, KH Juhadi.
Tidak hanya NU, MUI Kabupaten Indramayu secara tegas menyebut ajaran di Pondok Pesantren Al-Zaytun sudah menyimpang. Warga diminta untuk tidak ikut pendidikan di ponpes tersebut.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Indramayu khususnya, jangan ikut berpendidikan di Al-Zaytun sebab ketidaksamaan akidah, tidak ada kesamaan cara pandang dalam beribadah, syariat-syariat yang dilakukan mereka dengan alasan agar jangan sampai terjadi kontradiksi dengan masyarakat," kata Ketua MUI Kabupaten Indramayu, KH Muhammad Syatori MA.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menginstruksikan Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk menindaklanjuti kasus ini. Menurut Ma'ruf, hasil kajian menunjukkan adanya penyimpangan. Pemerintah harus segara mengambil sikap.
"Saya minta nanti untuk dikoordinasikan di tingkat Menko Polhukam untuk membahas langkah apa yang harus kita ambil," kata Ma'ruf Amin, Jakarta, Rabu (21/6/2023).
Sementara untuk menyelidiki dugaan penyimpangan di Pondok Pesantren Al-Zaitun, Pemprov Jawa Barat telah membentuk tim investigasi yang sudah bekerja sejak 19 Juni 2023. Tim investigasi dibentuk setelah Pemprov Jawa Barat menggelar rapat bersama Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama, dan tokoh ulama di Bandung.
Pondok Pesantren Al-Zaytun menjadi sorotan karena dianggap kontroversial. Salah satunya seperti ucapan pembuka pemimpin Pondok Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang dalam bahasa Ibrani selain Assalamualaikum.
Publik juga sempat dihebohkan dengan video yang viral di media sosial karena memperlihatkan jemaah laki-laki dan perempuan digabung dalam saf yang sama saat salat Idulfitri di Pondok Pesantren Al-Zaytun. Perempuan juga diperbolehkan menjadi khatib salat jumat.