Menko Bahlil Pastikan Impor Minyak Rusia Tahap Kedua Berjalan Lancar Lewat Skema G2G

7 October 2026 20:42

Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan proses impor minyak mentah dari Rusia tahap kedua sudah berjalan. Langkah strategis berbasis kerja sama antarpemerintah (government-to-government/G2G) ini diambil sebagai skala prioritas diversifikasi pasokan energi guna memperkuat ketahanan cadangan bahan bakar nasional.

Bahlil menegaskan, bahwa pengadaan komoditas energi strategis dari Rusia terus menunjukkan progres signifikan setelah pengiriman tahap pertama sukses dituntaskan pada pertengahan tahun ini. Pada realisasi tahap pertama, volume minyak mentah yang diimpor mencatatkan jumlah sebanyak 770.000 barel.

Pengadaan strategis ini dijalankan langsung oleh negara melalui mekanisme tata kelola Badan Layanan Umum (BLU) di bawah pengawasan Kementerian ESDM, yang didasari oleh Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi.

Ia menekankan bahwa pelaksanaan impor ini tidak dilakukan oleh BUMN minyak nasional.

"Sedang berjalan dan ingat ya yang melakukan impor itu bukan Pertamina ya, negara lewat BLU ya," kata Bahlil, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Rabu, 7 Oktober 2026.
 



Ketika ditanya mengenai rincian kuota untuk tahap berjalan ini, Bahlil menyampaikan bahwa alokasi akan menyesuaikan proses yang sedang berlangsung.

"Kalau untuk kuotanya nanti berjalan aja," ucapnya.

Pengadaan minyak mentah dari Rusia ini merupakan bagian dari realisasi komitmen impor sebesar 150 juta barel yang direncanakan berlangsung secara bertahap hingga akhir tahun 2026 untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X