Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Naik Didukung Pemulihan Arus Pasokan Timur Tengah
Eko Nordiansyah • 7 October 2026 08:03
Houston: Harga minyak pada Selasa, 6 Oktober 2026 membalikkan penurunan sebelumnya dan bergerak naik, karena pemulihan arus minyak mentah Timur Tengah serta upaya G7 untuk melepas cadangan darurat diimbangi oleh serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Kekhawatiran pasokan juga dipengaruhi konflik antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi. Pelaku pasar minyak juga mencermati perintah eksekutif AS untuk mengatasi lonjakan harga diesel serta kenaikan perkiraan harga minyak mentah dari Energy Information Administration (EIA).
Dikutip dari Investing, Rabu, 7 Oktober 2026, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik 0,4 persen menjadi USD101,01 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November naik 0,4 persen menjadi USD89,81 per barel.
Serangan di Selat Hormuz meningkat
Negara-negara pengekspor minyak di kawasan Teluk berhasil melampaui tingkat ekspor sebelum perang selama sekitar separuh bulan September, menurut data pengiriman yang dikutip oleh Reuters.Data Kpler menunjukkan rata-rata pergerakan tujuh hari untuk ekspor minyak mentah dari kawasan tersebut mencapai 18,3 juta barel per hari pada 30 September, dengan volume yang melampaui tingkat sebelum dimulainya perang Iran pada akhir Februari selama 14 hari pada bulan lalu.
Berdasarkan data Kpler pada hari Selasa, rata-rata arus minyak dari kawasan Timur Tengah selama tujuh hari hingga 4 Oktober tercatat sebesar 20,22 juta barel per hari, dibandingkan dengan angka dasar sebelum perang sebesar 23,29 juta barel per hari.
Pemulihan arus pengiriman terjadi meskipun ada peningkatan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, serta ancaman terhadap kapal di Selat Bab el-Mandeb akibat konflik antara kelompok Houthi dan pemerintah Yaman.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Pekan ini, Angkatan Bersenjata Yaman melancarkan serangan ofensif, yang didukung oleh serangan udara Arab Saudi untuk merebut kembali wilayah-wilayah penting yang sebelumnya dikuasai oleh Houthi bulan lalu.
Namun, kelompok Houthi menunjukkan perlawanan dengan menargetkan bandara Jazan dan Najran di Arab Saudi pada Senin malam. Laporan media juga menyebutkan bahwa Pipa Timur-Barat (East-West Pipeline) yang vital milik kerajaan tersebut kembali menjadi sasaran serangan, meskipun operasionalnya tidak terganggu.
Saluran pipa itu sempat ditutup baru-baru ini akibat serangan pesawat nirawak (drone), namun kemudian dioperasikan kembali.
Reuters melaporkan pada hari Selasa bahwa volume minyak yang dialirkan melalui Pipa Timur-Barat telah mencapai 5,8 juta barel hingga pagi itu, mengutip pernyataan Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman.
Kekhawatiran mengenai pasokan juga sedikit mereda setelah negara-negara G7 sepakat untuk melepas 100 juta barel solar dan minyak mentah dari cadangan darurat serta berkomitmen untuk tidak menerapkan pembatasan ekspor energi, sebagai respons atas tekanan dari Presiden Donald Trump.
Meskipun arus pengiriman telah membaik, para pelaku pasar tetap waswas karena belum ada tanda-tanda terobosan diplomatik antara AS dan Iran. Dalam beberapa hari terakhir, Teheran juga meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi jalur perairan strategis tersebut.
Badan United Kingdom Maritime Trade Operations mencatat sembilan insiden bulan ini. Angka tersebut sudah setara dengan separuh dari total insiden yang dilaporkan sepanjang bulan September, baik di selat tersebut maupun di Teluk Persia. Trump mengambil langkah untuk memangkas biaya solar.
Di sisi lain, pada hari Senin, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk segera menurunkan biaya solar melalui langkah-langkah seperti mengizinkan penggunaan solar bersubsidi (yang ditandai dengan pewarna khusus dan bebas pajak) di jalan raya untuk sementara waktu, serta menunda penerapan pajak federal atas bahan bakar tersebut hingga akhir tahun.
Pada hari Senin, Trump menyatakan bahwa serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia, dan bukan konflik di Timur Tengah, yang kini mendorong kenaikan harga bensin.
Harga rata-rata nasional solar di AS sempat mencapai rekor tertinggi sebesar USD6,5276 per galon pada 22 September, dan saat ini berada di angka USD6,3151.
EIA menaikkan perkiraan harga minyak
Secara terpisah, Badan Informasi Energi AS (EIA) pada hari Selasa menyatakan pihaknya tetap mengasumsikan bahwa aliran minyak dari Timur Tengah akan terus terbatas hingga kuartal keempat tahun ini. Namun, EIA juga memperkirakan bahwa volume produksi yang terhenti (shut-in) di kawasan tersebut pada bulan September merupakan yang terendah sejak dimulainya perang Iran.Meski demikian, EIA juga menaikkan proyeksi harga minyak global. Harga minyak mentah Brent kini diperkirakan mencapai rata-rata USD105 per barel pada kuartal keempat, atau USD14 per barel lebih tinggi dibandingkan perkiraan dalam laporan STEO sebelumnya.
EIA menyoroti serangan terhadap pipa minyak Timur-Barat di Arab Saudi yang berpotensi menyebabkan volatilitas berkelanjutan dalam arus fisik minyak dan harga minyak di tengah terus berkurangnya cadangan minyak global.
"Tekanan kenaikan tambahan pada harga minyak mentah juga dipicu oleh kondisi pasar diesel yang sangat ketat, yang meningkatkan permintaan minyak mentah agar kilang dapat memenuhi kebutuhan diesel. Kami memperkirakan harga spot Brent akan turun ke rata-rata USD84 per barel pada tahun depan," ujar EIA.