Jakarta: Pada 2 Maret 2026, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal Purnawirawan TNI Try Sutrisno, tutup usia pada umur 90 tahun. Ia lahir di Kota Pahlawan, Surabaya, pada 15 November 1935. Berikut napak tilas perjalanan karier dan pengabdiannya untuk bangsa.
Napak Tilas Karier Militer
Try Sutrisno mengawali karier militernya sejak usia 21 tahun di Akademi Teknik Angkatan Darat. Baru satu tahun menjalani pendidikan, ia sudah ditugaskan dalam operasi militer untuk menumpas pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera.
Kariernya terus menanjak. Pada 1974, ia dipercaya menjadi ajudan Presiden Soeharto. Posisi strategis tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan kapasitas dan kepemimpinannya di lingkungan militer.
Pada 1978, ia menjabat Kepala Staf di Kodam XVI/Udayana. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Panglima Kodam IV/Sriwijaya. Kariernya semakin melejit ketika dipromosikan menjadi Panglima Kodam Jaya (1982–1985), lalu menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (1986–1988), hingga mencapai puncak sebagai Panglima ABRI (1988–1993). Saat itu, ABRI masih menaungi empat matra: TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Kepolisian (Polri).
Menjabat sebagai Wakil Presiden
Pada 1993,
Try Sutrisno menjadi sorotan politik nasional ketika diusung sebagai Wakil Presiden oleh Fraksi ABRI melalui MPR. Ia kemudian mendampingi Presiden Soeharto hingga 1998.
Ia dikenal sebagai sosok yang tegas, disiplin, rendah hati, dan konsisten memegang nilai-nilai keprajuritan dalam setiap peran yang dijalankannya.
Aktivitas Setelah Pensiun
Setelah purna tugas, Try Sutrisno tetap aktif menyampaikan pandangan strategis mengenai pertahanan dan kedaulatan negara. Ia juga dipercaya menjadi anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Kini, ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, melalui upacara militer yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kepergiannya meninggalkan jejak panjang pengabdian bagi bangsa dan negara. Sosoknya dikenang sebagai prajurit sekaligus negarawan yang konsisten mengabdi, menjadi inspirasi bahwa pengabdian sejati bukan tentang kata-kata, melainkan langkah yang tegap dan hati yang tulus.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.