Suhu Makkah Tembus 42 Derajat, Simak Tips Agar Terhindar Heat Stroke

5 May 2026 13:13

Kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci kini menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan dan calon jemaah haji Indonesia. Berdasarkan data terbaru, suhu udara di Kota Makkah telah mencapai 42 derajat celsius, sementara di Madinah terpantau menyentuh angka 41 derajat celsius. Kondisi ini diperparah dengan tingkat kelembaban udara yang sangat rendah, yakni hanya sekitar 12%. 

Berdasarkan Early Warning System yang dirilis oleh Kementerian Haji dan Umrah, situasi ini menempatkan Makkah dan Madinah dalam status Siaga 2, dengan potensi suhu yang terus berkisar antara 40 hingga 45 derajat celsius.

Merespons kondisi tersebut, petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bergerak cepat dengan membagikan masker dan oralit kepada para jemaah. Pemberian oralit sangat krusial untuk meningkatkan osmolaritas tubuh agar cairan tidak mudah keluar akibat sengatan matahari yang terik. 
 

Baca juga: Visa Sempat Tercancel, 2 Calon Haji Muda Berhasil Masuk Madinah

Selain itu, petugas juga melakukan penyemprotan air secara berkala kepada jemaah untuk membantu menurunkan suhu tubuh di tengah cuaca panas yang kering.

Mengingat risiko kesehatan yang tinggi, PPIH mengimbau khusus bagi jemaah haji lansia. Mereka sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah salat Zuhur dan Asar di hotel masing-masing guna menghindari paparan langsung panas matahari yang ekstrem.

Bagi jemaah yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan, diwajibkan untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai berikut:
  • Wajib menggunakan sandal untuk menghindari kaki melepuh akibat aspal panas.
  • Menggunakan masker dan payung saat berada di bawah terik matahari.
  • Rutin mengonsumsi air putih minimal 1,5 hingga 2 liter setiap hari. Jemaah disarankan minum secara teratur setiap 30 hingga 60 menit tanpa menunggu rasa haus datang untuk mencegah dehidrasi dan risiko heatstroke.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)