ESQ Tours Siagakan Tim Medis 24 Jam di Tanah Suci

10 May 2026 23:38

Kondisi badan yang sehat dan bugar menjadi kunci utama bagi calon jemaah haji untuk dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci yang menguras fisik. Menyadari hal tersebut, ESQ Tours menyiagakan 12 tenaga medis profesional guna memastikan kesehatan para calon jemaah haji khusus terpantau secara berkala selama berada di Arab Saudi.

Tim medis yang dikerahkan terdiri dari kolaborasi dokter umum serta dokter spesialis. Layanan ini dirancang untuk memberikan rasa aman bagi jemaah, di mana mereka dapat mengakses konsultasi maupun penanganan medis selama 24 jam penuh, baik melalui layanan mandiri secara online maupun tatap muka langsung.

Pemantauan Berkala Tiga Kali Sehari

Untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan yang terlewat, tim medis ESQ Tours membuka jadwal konsultasi rutin sebanyak tiga kali sehari, yakni tepat setelah waktu sarapan, makan siang, dan makan malam. Langkah proaktif ini dilakukan agar keluhan sekecil apa pun dapat segera ditangani sebelum mengganggu jadwal ibadah.

Berdasarkan data di lapangan, rata-rata jemaah mengeluhkan gangguan kesehatan umum seperti sakit pinggang, pusing, mual, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan tekanan darah tinggi. Selain itu, nyeri pada lutut juga menjadi keluhan yang sering muncul akibat tingginya aktivitas fisik dan mobilisasi jemaah selama di Tanah Suci.
 

Baca juga:
Jelang Keberangkatan 8 Mei, Petugas ESQ Tours Mantapkan Simulasi Lapangan

Tips Kebugaran di Tengah Cuaca Ekstrem

Menanggapi tantangan cuaca panas di Makkah dan Madinah, tim medis ESQ Tours menekankan pentingnya adaptasi lingkungan. dr. Adi Sakti, salah satu tim medis ESQ Tours, membagikan sejumlah tips praktis agar jemaah tetap bugar hingga puncak ibadah haji nanti.

"Jangan lupa kita harus bisa adaptasi cuaca karena musim haji biasanya cuaca di Makkah ataupun Madinah panas. Gunakan payung saat terpapar matahari, pakai sandal yang nyaman, dan hindari jam-jam panas sekali antara jam 10 sampai jam 15, kecuali untuk salat wajib," jelas dr. Adi Sakti dikutip dari Newsline Metro TV, Minggu 10 Mei 2026. 

Ia juga mengingatkan jemaah untuk tidak memforsir ibadah sunnah secara berlebihan di awal dan tetap melakukan aktivitas fisik ringan.

"Penting juga kita jangan lupa aktivitas fisik, tetap stretching atau jalan ringan. Karena setelah duduk lama atau beribadah lama, kalau kita tidak melakukan peregangan, otot-otot tubuh akan kaku dan membuat ibadah menjadi tidak nyaman," tambahnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)