Prabowo Cerita Pindad, PT PAL, dan PTDI Nyaris Dijual ke Asing

10 July 2026 18:32

Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa banyak perusahaan industri pertahanan, seperti PT PAL, PT Pindad, hingga PT Dirgantara Indonesia (PTDI) hampir mau dijual ke pihak asing. Prabowo menegaskan bahwa ia melarang untuk menjual perusahaan industri pertahanan itu.

“Banyak sekali perusahaan yang seolah tadinya mau dijual ke asing. Saya larang. Tadinya industri pertahanan mau dijual. PT PAL mau dijual. PT Pindad mau dijual. PTDI dibunuh, mau dijual. Kita bangkitkan. Sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu,” kata Prabowo dalam program Breaking News Metro TV, Jumat, 10 Juli 2026. 

Prabowo pun memaparkan bukti nyata kebangkitan industri pertahanan nasional. Ia menyebut PT PAL kini telah memiliki kemampuan mandiri dalam memproduksi kapal perang hingga kapal selam canggih. 

"PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih,” ucap Prabowo. 
 



Tidak hanya itu, ia juga membagikan kabar baik mengenai PT Pindad yang baru saja mendapatkan kepercayaan internasional.

"Pindad sekarang baru saja saya dapat laporan, dapat kontrak dari Arab Saudi. Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad, saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo. 

Pada kesempatan itu, Prabowo meresmikan lima bendungan strategis secara serentak yang tersebar di lima wilayah Indonesia pada Jumat, 10 Juli 2026 siang. Peresmian ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan air dan pangan nasional melalui Proyek Strategis Nasional (PSN).

Adapun kelima bendungan yang diresmikan tersebut adalah Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X