Khamenei Terbunuh Akibat Serangan AS-Israel, Ini Dampaknya Bagi Iran

1 March 2026 15:31

Jakarta: Pengamat Timur Tengah M. Sya'roni Rofii mengatakan, meskipun kematian Pemimpin Tinggi Ayatollah Ali Khamenei bisa mempengaruhi Iran, negara itu telah menyiapkan mekanisme suksesi yang kuat untuk menggantikan pemimpinnya. Kematian Khamenei justru dapat memperkuat semangat Garda Revolusi dan militer Iran dalam melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Menteri Luar Negeri Iran dalam beberapa wawancara mengatakan bahwa jika satu meninggal maka sistem akan bekerja. Artinya Iran juga sepertinya mengantisipasi manakala Ayatollah meninggal maka mereka juga akan memiliki sistem backup begitu," ujar Sya'roni, dikutip dari Breaking News, Metro TV, Minggu, 1 Maret 2026. 

Umumnya wafatnya seorang pemimpin dapat melemahkan sistem pemerintahan yang ada. Namun di Iran, kematian Khamenei dinilai tidak akan menggoyahkan sistem yang ada. Kematiannya justru dapat memberikan semangat bagi Garda Revolusi dan militer Iran untuk bangkit melawan. 
 

Baca Juga: Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

"Membunuh seorang Ali Khamenei ini tidak lantas membuat Iran lemah. Di sisi lain terbunuhnya Ali Khamenei bisa juga menjadi motivasi bagi pasukan Garda revolusi untuk lebih resisten dalam melawan AS dan Israel," tutur Sya'roni. 

Mantan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Iran Dian Wirengjurit juga menyatakan, kematian Ayatollah Ali Khamenei tidak akan menggulingkan rezim Iran karena negara itu memiliki sistem pemerintahan yang kuat dan sudah terstruktur. Ia juga menyebut sebagian besar masyarakat Iran akan tetap bersatu, sehingga peristiwa tersebut tidak akan memecah belah bangsa.

"Kalau Israel menganggap tewasnya Ali Khamenei dapat melemahkan Iran, buat saya salah. Iran itu sebuah sistem kenegaraan yang solid, bukan sistem perorangan yang ketika pemimpinnya tewas dibunuh atau sakit atau karena apapun alasannya kemudian rezimnya tumbang. Mekanisme negara ini sudah berjalan dan akan dihormati hasilnya oleh rakyat Iran," ucap Dian. 

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)