29 August 2026 09:16
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa Flores selama dua pekan ke depan. Status ini berlaku mulai 29 Agustus hingga 12 September 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menggelar rapat bersama jajaran Forkopimda dan para kepala daerah se-NTT. Perpanjangan dilakukan karena aktivitas gempa susulan masih terus terjadi dan berpotensi menimbulkan kerusakan baru.
“BMKG merilis bahwa masih ada potensi gempa susulan yang tentu skalanya sendiri juga bisa karena sampai dengan 5 sampai dengan 6 (SR) itu bisa membuat kerusakan. Sehingga kemudian kita sepakat untuk semua kita berbenah dulu untuk perpanjangan tanggap darurat,” ujar Emanuel dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Baca Juga :
Meski status darurat diperpanjang, pemerintah mulai mengaktifkan kembali beberapa sektor pelayanan publik secara terbatas. Salah satu prioritas utamanya adalah sektor pendidikan. Pemerintah telah berkoordinasi dengan kepala sekolah di seluruh Flores untuk memulai kembali kegiatan belajar mengajar di tingkat SD hingga SMA secara terbatas mulai minggu depan.
Selain pendidikan, Gubernur Emanuel menekankan pentingnya menggerakkan roda ekonomi di wilayah terdampak. Langkah ini diambil agar produktivitas masyarakat tetap terjaga dan warga tidak terus-menerus bergantung pada tempat pengungsian.
“Kita mesti juga menggerakkan sektor-sektor lain yang bisa juga bergerak, kayak pendidikan. Nanti di bidang-bidang lain juga sama nanti, yang penting ekonomi tetap bisa jalan, terbatas memang tapi jangan sampai semua nanti cuma di pengungsian, nanti malah membuat kita menjadi tidak produktif,” tambahnya.