Sebanyak delapan warga terjebak dalam kepungan api saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Jalan Yos Sudarso Ujung, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Upaya evakuasi oleh tim Satuan Tugas (Satgas) gabungan Karhutla berjalan dramatis.
Api yang merambat secara tiba-tiba membuat warga setempat panik. Kedelapan warga yang terjebak tersebut terdiri dari tiga anak-anak dan lima orang dewasa. Mereka terkepung setelah api dengan cepat membesar dan mengelilingi area permukiman.
Proses evakuasi berlangsung menegangkan. Tim Satgas gabungan Karhutla harus menembus kobaran api agar bisa menyelamatkan para warga yang terkurung di dalam.
Medan yang sulit dijangkau, embusan angin kencang, serta besarnya kobaran api sempat menyulitkan petugas di lapangan. Namun, para warga tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi dengan selamat. Warga yang mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal langsung mendapat perawatan medis di Posko Karhutla Kecamatan Jekan Raya.
Salah satu warga yang terdampak, Endang, menceritakan kepanikannya saat api melahap area kebun dan pondok di sekitarnya dengan sangat cepat.
"Banyak, Mas. Saya rumahnya di sana, pondoknyalah bahasanya, kebun. Kebakar, Mas. Awal api itu dari dari Sungai Sebangau sana ujung. Enggak ada yang menolong. Kayaknya helikopter saja yang menangani, soalnya sungainya kering," ujar Endang dikutip dari
Primetime News, Metro TV, Selasa 1 September 2026.
Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, Antonius, menjelaskan bahwa timnya masih bersiaga di lokasi karena beberapa warga sempat menolak dievakuasi dan memilih bertahan menjaga harta benda.
"Evakuasi, kita sudah mengevakuasi sekitar lima orang, dan dua orang lagi masih di dalam karena masih menjaga rumah mereka atau ada hewan ternak juga. Untuk saat ini kami mungkin masih akan
standby dulu melihat kondisi dan situasi di lapangan, apakah api masih menyala atau tidak. Nanti kalau misalnya korban bisa dibujuk lagi, kita akan coba bawa ke tempat yang aman," jelasnya.