Surabaya: Menjelang puncak arus mudik, BPBD Jawa Timur melakukan operasi modifikasi cuaca atau OMC. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan masyarakat.
OMC dilakukan BPBD Jawa Timur di sejumlah wilayah rawan cuaca ekstrem di Jawa Timur. Di antaranya di kawasan Tapal Kuda meliputi Situbondo, Jember, dan Banyuwangi, wilayah selatan Jawa Timur, Tuban dan Mojokerto.
Dalam pelaksanaan hari pertama, operasi dilakukan sebanyak tiga kali penerbangan. Total bahan semai yang disebarkan mencapai 2.800 kilogram kalsium oksida, dengan durasi penerbangan selama 5 jam 20 menit.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyebut, OMC dilakukan untuk mengurangi resiko bencana hidrometrologi selama arus mudik lebaran.
BPBD Jawa Timur menargetkan OMC ini berlangsung selama 10 hari hingga H+5 Lebaran, sebagai upaya meminimalisir potensi hujan ekstrem selama periode mudik dan arus balik.
"Ini merupakan upaya kami untuk memberikan layanan kepada masyarakat Jawa Timur agar ancaman bencana Jawa Timur agar ancaman bencana bisa dikurangi. Dan juga ini merupakan instruksi Ibu Gubernur agar OMC dilakukan sebagai upaya Pemprov Jatim mendukung kelancaran mudik balik," kata Gatot.
Diharapkan, dengan langkah antisipatif ini, kondisi cuaca di Jawa Timur tetap terkendali sehingga perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman dan nyaman.