Mengenal Gastrodiplomasi, Strategi Halus Negara Menarik Simpati Dunia-World In Minute

Dimas Chairullah • 24 April 2026 08:24

Jakarta: Di tengah dinamika hubungan internasional modern, pendekatan diplomasi tidak lagi selalu identik dengan kekuatan politik atau militer. 

Salah satu strategi yang semakin berkembang adalah gastrodiplomasi, yakni upaya membangun hubungan antarnegara melalui kekuatan kuliner.
 

 

Apa Itu Gastrodiplomasi?

Gastrodiplomasi merupakan bagian dari konsep soft diplomacy atau diplomasi lunak, yang mengandalkan daya tarik budaya untuk menciptakan kedekatan emosional antarbangsa. Dalam konteks ini, makanan tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan, tetapi juga sebagai medium komunikasi budaya yang efektif.

Melalui gastrodiplomasi, sebuah negara dapat memperkenalkan identitas, nilai, serta citra positifnya kepada masyarakat global. Kuliner menjadi sarana yang mudah diterima lintas budaya karena sifatnya yang universal dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Peran Indonesia dalam Gastrodiplomasi

Indonesia menjadi salah satu negara yang memanfaatkan pendekatan ini. Berbagai hidangan khas seperti rendang, sate, dan nasi goreng kerap dipromosikan di berbagai forum internasional maupun melalui diaspora di luar negeri. Upaya tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan cita rasa, tetapi juga memperluas pemahaman terhadap budaya Indonesia.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Selain memperkuat hubungan budaya, gastrodiplomasi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Popularitas kuliner suatu negara dapat mendorong sektor pariwisata, meningkatkan ekspor produk makanan, hingga memperkuat citra negara di mata dunia.
 

Seiring meningkatnya persaingan global dalam membangun citra nasional, strategi gastrodiplomasi dinilai menjadi salah satu pendekatan yang efektif dan berkelanjutan. Makanan, dalam hal ini, berperan sebagai “duta” yang mampu menjangkau masyarakat internasional secara lebih luas dan personal.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)