8 February 2026 14:28
Kematian tragis pelajar sekolah dasar di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tamparan keras bagi banyak pihak. Di balik duka ini muncul polemik soal tekanan ekonomi, keterbatasan keluarga, dan persoalan uang komite sekolah yang disebut mencapai Rp1,2 juta.
Suasana hening menyelimuti ruang kelas pelajar sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Bangku sekolah yang biasa ia duduki kini kosong. Di atas meja kayu hanya tersisa sebuah pesawat origami merah yang dibuat beberapa hari sebelum ia ditemukan meninggal dunia.
Bagi guru dan teman-temannya, korban dikenal periang, ramah, dan rajin. Menurut mereka tak pernah ia mengeluh soal buku atau alat tulis. Prestasinya baik, peringkat lima di kelasnya.
Wali kelas menyebut seluruh kewajiban sekolah korban pada semester pertama telah dilunasi dan tidak ada tuntutan langsung kepada korban terkait uang komite.
"Kalau tentang uang sekolah itu sudah lunas pada semester satu itu sudah lunas. Mungkin ada pembiayaan lain di luar uang sekolah gitu yang mungkin tidak bisa dipenuhi dia harus meminta kepada keluarganya. Untuk ini yang biaya-biaya lain itu tidak ada," kata Wali Kelas, Bonivasius Snae dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Minggu, 8 Februari 2026.