Kian Memanas, Trump Klaim Armada Tambahan AS Bergerak ke Iran

28 January 2026 23:23

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut adanya armada tambahan Angkatan Laut AS yang saat ini tengah berlayar menuju kawasan sekitar Iran. Pengerahan tersebut disebut sebagai langkah kesiapan Amerika Serikat menghadapi kemungkinan konflik dalam waktu dekat.

Sebelumnya, kapal induk AS USS Abraham Lincoln telah dikerahkan ke kawasan Iran. Namun Trump menegaskan bahwa bukan hanya satu armada yang dikirim, melainkan ada kekuatan militer lain yang juga tengah bergerak menuju wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya, Trump kembali mendesak Iran untuk segera membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat, khususnya terkait program nuklir. Trump mengklaim langkah pengerahan armada dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap potensi ancaman nuklir Iran.

“Di samping itu,  saat ini ada armada lain yang sedang berlayar dengan anggun menuju Iran. Saya harap mereka mau membuat kesepakatan. Mereka seharusnya sudah melakukannya sejak awal agar tetap memiliki sebuah negara,” ujar Trump.

Trump juga menyebut bahwa Amerika Serikat sebelumnya telah mengambil langkah tegas untuk melemahkan kemampuan nuklir Iran. Menurutnya, Iran disebut hampir memiliki senjata nuklir, sehingga tindakan pencegahan dinilai perlu dilakukan.
 

Baca juga: Iran Tegaskan Negara Tetangga Akan Dianggap Musuh Jika Fasilitasi Serangan AS

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Iran menyatakan tengah bersiap menghadapi kemungkinan gelombang baru serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Iran menegaskan bahwa setiap bentuk serangan akan dianggap sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan bahwa Teheran kini berada dalam kondisi yang lebih siap dibandingkan sebelumnya. Ia menegaskan Iran memiliki kemampuan dan pengalaman dalam menghadapi tekanan maupun ancaman militer.

“Negara-negara di kawasan ini memahami bahwa ketidakamanan di satu bagian wilayah tidak hanya memengaruhi Iran. Ketidakstabilan ini menular. Iran tetap percaya diri dengan kemampuannya dan belajar dari pengalaman konflik Juni lalu,” ujarnya.

Situasi ini memicu kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, di tengah upaya diplomasi internasional untuk mencegah terjadinya perang terbuka antara Amerika Serikat dan Iran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)