Kemendes PDT Gencarkan Pengembangan 50 Ribu Desa Menuju Mandiri

12 January 2026 15:07

Menjelang peringatan Hari Desa Nasional pada 15 Januari 2026,  Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto menyebut hingga Januari 2026, Indonesia memiliki lebih dari 20 ribu desa mandiri.

"Merancang bangun desa ini supaya berdaya dan bisa sesuai dengan harapan yakni keluar dari persoalan-persoalan yang ada selama ini seperti kemiskinan, pendidikan yang rendah, infrastruktur yang belum maksimal dan lainnya," kata dia dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin, 12 Januari 2026.

Kemendes PDT membagi kluster desa itu menjadi lima. Kategori itu adalah desa mandiri, desa maju, desa berkembang, desa tertinggal, dan sangat tertinggal. Dari 75 ribu desa, 20.503 di antaranya sudah berkategorikan mandiri.

Yandri memaparkan, pengembangan desa menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Presiden ingin desa di Indonesia aktif dari segi ekonomi dan sumber daya.
 

"Desa sekarang menjadi subjek karena memang tadi ada Asta Cita keenam presiden yaitu membangun dari desa. Jadi, desa ini sangat penting kita lakukan pemenangan di sana sini karena kita tidak ingin desanya kosong seperti di Jepang," sambungnya.

"Di Jepang hari ini 94 persen desanya kosong. Karena rakyat di desa atau warga desa di Jepang bergerak ke kota semua. Mereka urbanisasi besar-besaran ke Tokyo, Kyoto, dan Osaka," tuturnya.

Kemendes PDT juga memperkuat desa dengan pembangunan desa ekspor, penguatan infrastruktur, dan pengembangan BUMDes.

"Untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem, stunting, dan ketahanan pangan, kami membangun desa ekspor dan lain
sebagainya. Jadi sangat berpengaruh karena kita sudah memperkuat infrastruktur dan mengembangkan BUMDes," jelasnya.

"Selama 10 tahun terakhir dengan hadirnya dana desa ini kan bisa meningkatkan pembangunan di dalam desa supaya tidak terjadi urbanisasi besar-besaran," tambahnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Diva Rabiah)