Menko Pangan Targetkan Sampah Jakarta Diolah Jadi Energi Listrik Mulai 2028

12 May 2026 16:30

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menggalakkan gerakan pilah sampah. Langkah ini dipandang sebagai solusi untuk mengatasi krisis lahan di TPST Bantar Gebang sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi listrik bagi warga Jakarta.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan penanganan darurat sampah di Bantar Gebang dapat rampung sepenuhnya pada 2028. Pencapaian ini akan didorong melalui implementasi teknologi Waste to Energy (WTE) berskala besar.

"Bantar Gebang kita selesaikan melalui Waste to Energy, teknologi yang sudah ada di dunia, insinerator, akan selesai insyaallah 2028, untuk penanganan darurat sampah di atas 1.000 ton," ujar Zulkifli Hasan yang dikutip Headline News Selasa, 12 Mei 2026.

Selain teknologi canggih, Menko Pangan menekankan bahwa peran serta masyarakat adalah faktor krusial. Melalui gerakan ini, warga didorong untuk disiplin memisahkan sampah sejak dari rumah.
 

Baca juga: Evaluasi Rutin Bukti Keseriusan Pemprov DKI Terapkan Pilah Sampah

Menurutnya, tantangan terberat saat ini adalah pengelolaan sampah rumah tangga. Ia meminta masyarakat untuk mulai membagi sampah ke dalam tiga kategori utama yakni sampah organik, sampah anorganik dan sampah beracun (B3).

"Jika pemisahan tiga macam sampah ini selesai di tingkat rumah tangga, maka sampah tersebut akan menjadi bahan baku yang kita butuhkan untuk listrik penerang Jakarta dan daerah-daerah lainnya," tambahnya.

Sementara itu, untuk penanganan sampah dengan volume yang lebih kecil, yakni di kisaran 100 hingga 200 ton per hari, pemerintah juga telah menyiapkan teknologi pengolahan terapan. Seluruh fasilitas pengolahan untuk kapasitas menengah ini ditargetkan dapat beroperasi secara menyeluruh pada 2029.

Zulkifli Hasan berharap inisiatif yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta ini dapat menjadi inspirasi dan percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia yang menghadapi permasalahan serupa. Dengan mengubah sampah menjadi listrik, Jakarta diharapkan tidak hanya bersih dari limbah, tetapi juga mandiri secara energi di masa depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)