3 September 2026 16:29
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kembali posisi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dalam pidatonya di Eastern Economic Forum (EEF) 2026 di Vladivostok, Rusia. Prabowo menekankan bahwa Indonesia berkomitmen untuk menjalin persahabatan dengan semua negara tanpa memihak pada blok kekuatan tertentu.
Dikutip dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis, 3 September 2026, pada forum tersebut, Prabowo mengutip prinsip yang pernah diusung Presiden Soekarno dan kembali mempopulerkan pepatah, "Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak." Pernyataan ini menegaskan keinginan Indonesia untuk bekerja sama secara luas demi kepentingan ekonomi nasional.
Penguatan Kerja Sama Ekonomi
Hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia kini telah meningkat menjadi kemitraan strategis. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan nilai transaksi perdagangan yang signifikan. Pada semester pertama 2026 (Januari-Juni), transaksi perdagangan kedua negara telah mencapai angka USD3,29 miliar, naik drastis dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD2,2 miliar.
Selain perdagangan, kedua negara juga membahas peluang kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain: