Trauma Gempa Susulan, Warga Nagekeo Bertahan di Tenda Pengungsian

29 August 2026 21:52

Nagekeo: Dua pekan setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian warga Kabupaten Nagekeo masih memilih bertahan di tenda pengungsian. Trauma terhadap gempa susulan membuat mereka belum berani sepenuhnya kembali tidur di dalam rumah.

Warga kini tidak lagi berada di tenda sepanjang hari seperti pada awal bencana. Pada pagi hingga siang hari, mereka mulai kembali beraktivitas dan mencoba memulihkan kehidupan seperti biasa.

Namun, saat sore hingga malam hari, warga kembali ke tenda pengungsian karena gempa susulan masih terjadi dengan guncangan yang cukup kuat.

“Alasan utama masyarakat pada sore hingga malam hari masih bertahan di tenda pengungsian adalah karena masih seringnya gempa susulan yang terjadi dengan guncangan yang cukup kuat sehingga masyarakat kembali teringat akan tanggal 15 Agustus yang lalu terjadinya gempa dengan kekuatan magnitudo sebesar 7,7,” kata Jurnalis Metro TV Joy Jones dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu 29 Agustus 2026. 

Trauma juga masih dirasakan anak-anak. Meski sebagian orang tua mulai berani kembali beraktivitas dan tidak terlalu trauma, sejumlah anak masih takut tidur di dalam rumah.

“Anak-anak mereka masih trauma untuk tidur di dalam rumah. Oleh sebab itu keluarga tersebut terpaksa harus tetap tinggal di tenda pengungsian karena sebagian dari anggota keluarga mereka masih mengalami trauma,” ujarnya.

Di sisi lain, aktivitas masyarakat mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pasar di Nagekeo kembali ramai, terutama pada hari Sabtu. Suasana pasar sudah mulai menyerupai kondisi sebelum gempa, berbeda dengan situasi sepekan sebelumnya yang masih sepi.

Warga juga mulai membereskan rumah masing-masing dan melihat kembali kondisi bangunan yang terdampak gempa. Namun, kekhawatiran muncul karena sebagian warga merasa tidak mampu membangun kembali rumah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.

“Yang mereka rasa tidak mampu untuk dibangun kembali oleh mereka. Oleh sebab itu hal tersebut tentunya sangat dibutuhkan oleh masyarakat terkait dengan bantuan dari pembangunan rumah mereka kembali bagi masyarakat yang mengalami kerusakan rumah sedang hingga berat,” ujar Joy.

Pemulihan kehidupan warga Nagekeo pun masih membutuhkan dukungan, terutama bagi mereka yang rumahnya rusak dan masih mengalami trauma akibat gempa susulan.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X