Jakarta: Kalau biasanya kotoran hewan berbentuk bulat, lonjong, atau tidak beraturan, wombat justru punya bentuk yang berbeda. Mamalia berkantung asal Australia ini menghasilkan kotoran berbentuk kubus, sebuah keunikan yang ternyata berkaitan dengan sistem pencernaannya.
Mengutip dari Australian Geographic, bentuk tersebut bukan disebabkan oleh anus wombat yang berbentuk persegi. Keunikan ini berkaitan dengan proses pencernaan wombat yang sangat panjang dan berlangsung selama 14 hingga 18 hari. Proses tersebut membuat kotorannya menjadi sangat kering dan padat.
Wombat dapat memiliki panjang tubuh sekitar 1,3 meter dengan berat mencapai 36 kilogram. Hewan ini memiliki kaki pendek dan berotot serta cakar tajam yang membuatnya menjadi penggali yang andal. Mengutip Bush Heritage Australia, wombat dapat ditemukan di berbagai habitat, mulai dari hutan, pegunungan, hingga kawasan semak pesisir.
Proses Pencernaan yang Panjang
Wombat memiliki
proses pencernaan yang berlangsung sangat lambat. Makanan dapat membutuhkan waktu sekitar 14 hingga 18 hari untuk melewati sistem pencernaannya. Lamanya proses tersebut membantu wombat menyerap nutrisi dan air sebanyak mungkin dari makanan. Akibatnya, material yang tersisa menjadi sangat kering dan padat sebelum dikeluarkan sebagai kotoran.
Struktur usus besar wombat juga berperan dalam membentuk kotoran tersebut. Bagian awal usus besar memiliki lipatan atau tonjolan horizontal yang diduga membantu membentuk kotoran menjadi kubus. Sementara itu, bagian akhir usus besar memiliki permukaan yang relatif lebih halus. Kondisi ini membantu bentuk kubus tetap bertahan hingga kotoran dikeluarkan. Kotoran yang sangat padat juga membuat rektum wombat tidak mudah mengubahnya kembali menjadi bentuk tabung seperti kotoran kebanyakan mamalia.
Digunakan untuk Menandai Wilayah
Bentuk kubus pada kotoran wombat ternyata tidak hanya menjadi keunikan biologis. Kotoran tersebut juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial wombat.
Wombat merupakan hewan yang bersifat teritorial. Mereka menggunakan kotoran sebagai salah satu cara untuk menandai wilayah dan memberikan informasi kepada wombat lain mengenai keberadaan mereka. Wombat biasanya meninggalkan kotorannya di sekitar liang atau di tempat yang mudah terlihat, seperti di atas batu dan batang pohon. Bentuk kubus memberikan keuntungan dalam kondisi tersebut. Sisi-sisinya yang datar membuat kotoran tidak mudah menggelinding dari permukaan batu atau batang pohon.
Selain melalui bentuk dan lokasi, wombat juga dapat memperoleh informasi melalui aroma kotoran. Mereka memiliki indra penciuman yang baik dan dapat membedakan berbagai bau, termasuk bau dari wombat lain. Informasi dari kotoran juga dapat membantu wombat menghindari konflik dengan individu lain. Kandungan hormon dalam kotoran bahkan dapat memberikan informasi mengenai kondisi reproduksi, termasuk masa subur betina.
Nah, kotoran berbentuk kubus ternyata bukan sekadar keunikan dari wombat. Bentuk tersebut merupakan hasil dari proses pencernaan yang panjang sekaligus memiliki fungsi penting untuk menandai wilayah. Jadi, di balik bentuknya yang unik, kotoran wombat juga memiliki peran dalam kehidupan dan perilaku hewan tersebut.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Titik Nurmalasari)