Jakarta: Nyamuk, lalat, kecoa, dan berbagai jenis serangga lainnya sering dianggap sebagai hewan yang mengganggu. Namun, di balik keberadaannya yang kerap tidak disukai manusia, serangga ternyata punya peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Jika seluruh serangga di Bumi tiba-tiba menghilang, dampaknya bahkan dapat mengganggu rantai makanan hingga ketersediaan pangan manusia. Mengutip ScienceABC, serangga merupakan bagian penting dalam berbagai proses ekologis, termasuk penyerbukan, rantai makanan, dan penguraian material organik.
Hal serupa juga dijelaskan World Wildlife Fund (WWF) yang menyebut serangga berperan dalam menjaga kesehatan tanah, mendaur ulang nutrisi, menyerbuki tanaman, hingga mengendalikan hama.
Hal yang Terjadi Jika Serangga di Bumi Hilang
Lantas, apa yang terjadi jika seluruh
serangga di Bumi benar-benar hilang?
1. Rantai Makanan Akan Terganggu
Salah satu dampak terbesar adalah terganggunya rantai makanan. Serangga menjadi sumber makanan bagi berbagai hewan, seperti burung, katak, reptil, ikan, dan mamalia kecil.
Jika
serangga menghilang, hewan-hewan tersebut akan kehilangan salah satu sumber makanan utamanya. Penurunan populasi hewan pemakan serangga kemudian dapat berdampak pada predator yang berada di tingkat lebih tinggi dalam rantai makanan.
Dengan demikian, hilangnya serangga dapat memicu efek berantai yang memengaruhi berbagai jenis organisme dalam ekosistem.
2. Penyerbukan Tanaman Akan Terganggu
Selain menjadi sumber makanan,
serangga juga berperan penting dalam penyerbukan tanaman. Lebah, kupu-kupu, ngengat, tawon, dan sejumlah jenis lalat membantu memindahkan serbuk sari dari satu bunga ke bunga lainnya.
ScienceABC menyebut sekitar 75 persen tanaman pangan utama bergantung setidaknya sebagian pada penyerbukan oleh hewan, yang sebagian besar dilakukan oleh serangga. Tanpa proses tersebut, banyak tanaman berbunga akan mengalami kesulitan untuk bereproduksi.
Dampaknya dapat dirasakan pada ketersediaan berbagai jenis pangan. Buah dan sayuran tertentu akan lebih sulit diproduksi karena proses penyerbukannya terganggu.
Masalah ini juga dapat merambat ke hewan ternak dan manusia yang bergantung pada tanaman sebagai sumber makanan.
3. Proses Penguraian Akan Terganggu
Serangga juga memiliki peran penting dalam menguraikan material organik.
Lalat, misalnya, membantu menguraikan bangkai dan material organik. Larvanya juga menjadi sumber makanan bagi berbagai hewan, seperti burung, ikan, katak, dan kelelawar.
Serangga lain seperti kumbang juga berperan sebagai pengurai. Kumbang kotoran, misalnya, membantu mengubur dan menguraikan kotoran hewan sehingga nutrisi dapat kembali ke dalam tanah. Proses tersebut membantu menjaga kesuburan tanah sekaligus mengurangi penumpukan limbah organik.
4. Limbah Organik Bisa Menumpuk
Jika serangga menghilang, proses penguraian juga akan terganggu. Daun yang gugur, bangkai hewan, dan kotoran dapat menumpuk lebih lama di lingkungan.
Nutrisi yang terkunci dalam material organik tersebut juga akan lebih sulit kembali ke tanah untuk digunakan oleh tumbuhan.
WWF juga menjelaskan bahwa sejumlah serangga berperan sebagai “petugas kebersihan” alami dengan membantu menguraikan sisa-sisa organisme dan kotoran hewan.
5. Ketersediaan Pangan Manusia Terancam
Gangguan pada penyerbukan dan rantai makanan pada akhirnya dapat berdampak pada manusia. Sejumlah tanaman pangan bergantung pada serangga untuk proses penyerbukan, sementara manusia juga bergantung pada hewan yang berada dalam rantai makanan tersebut.
Karena itu, hilangnya serangga bukan sekadar membuat manusia terbebas dari hewan yang dianggap mengganggu. Hilangnya serangga secara massal justru dapat mengganggu berbagai proses alami yang menopang kehidupan manusia.
Meski sejumlah serangga memang dapat membawa penyakit atau merusak tanaman, sebagian besar serangga tidak secara langsung membahayakan manusia. Keberadaan mereka justru membantu berbagai proses yang memungkinkan ekosistem tetap berfungsi.
Nah Teman
MTVN Lens, keberadaan
serangga ternyata jauh lebih penting daripada yang selama ini kita bayangkan. Tanpa serangga, rantai makanan, penyerbukan, hingga proses penguraian dapat ikut terganggu.
Jadi, meskipun tidak semua serangga disukai manusia, keberadaan mereka tetap menjadi bagian penting dari keseimbangan kehidupan di Bumi.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Titik Nurmalasari)