Presiden Prabowo Pimpin Sidang Paripurna Bahas Persiapan Lebaran 2026

13 March 2026 21:21

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat sore, 13 Maret 2026. Rapat tersebut khusus membahas kesiapan pemerintah dalam menghadapi hari raya Idulfitri 1447 Hijriah yang tinggal menghitung hari.

Dalam arahannya, Presiden menekankan agar seluruh kementerian dan lembaga memastikan pelayanan mudik tahun ini berjalan aman, nyaman, dan penuh kegembiraan. Prabowo menginstruksikan langkah-langkah strategis mulai dari keringanan biaya transportasi hingga stabilitas pasokan pangan di tengah ketidakpastian global.

Salah satu poin utama yang ditegaskan Presiden adalah keterjangkauan biaya mudik bagi masyarakat. Presiden meminta Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, untuk memastikan kebijakan diskon harga tiket dilaksanakan dengan baik. Kebijakan ini mencakup tiket pesawat, kereta api, kapal laut, hingga tarif jalan tol.

"Saya minta Menteri Perhubungan untuk memastikan bahwa kebijakan diskon harga bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," tegas Presiden Prabowo.

Selain itu, Presiden meminta bantuan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo guna mendukung kelancaran arus mudik. Aset seperti armada kapal milik TNI Angkatan Laut dan Angkatan Darat dipersiapkan untuk membantu mobilisasi warga.

"Kepolisian Negara Republik Indonesia juga punya aset-aset dan sarana-sarana yang bisa digunakan untuk membantu (kelancaran mudik)," ungkap Presiden.
 

Baca juga: Lancarkan Mudik Lebaran, InJourney Siapkan Posko Terpadu dan Penguatan Operasional

Dari sisi kesejahteraan, pemerintah melakukan percepatan distribusi bantuan sosial. Menteri Sosial diminta memastikan tambahan bantuan pangan bagi 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) berjalan dengan baik. "Juga bantuan sosial reguler yakinkan bisa tepat waktu," jelas Presiden.

Kabar gembira juga datang bagi para pekerja. Presiden menginstruksikan agar Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN di pusat maupun daerah cair tepat waktu. 

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada pekerja sektor transportasi daring. Untuk pertama kalinya, pemerintah memastikan pengemudi ojek online (ojol) akan mendapatkan bonus hari raya dengan besaran antara Rp400.000 hingga Rp1,6 juta per orang. 

"Kita juga bersyukur baru di pemerintahan kita pengemudi online mendapat bonus hari raya dengan kisaran antara Rp400.000 sampai dengan Rp1,6 juta per orang," ujar Presiden.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)