Indonesia-Filipina Sepakati Transaksi Barter Serat Abaka dan Bijih Besi

9 June 2026 00:18

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengumumkan kesepakatan sistem barter perdagangan antara Indonesia dan Filipina. Skema inovatif ini diterapkan sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tantangan pelemahan nilai tukar rupiah.

Dalam sistem barter ini, Indonesia mengimpor bahan baku berupa serat abaka dan bijih besi (iron ore) dari Filipina untuk diolah di dalam negeri. Setelah proses pengolahan selesai, produk jadi akan diekspor kembali ke Filipina. Kesepakatan ini memandatkan agen dari PT Trade Barter Indonesia (TBI) sebagai fasilitator, sehingga seluruh transaksi dapat dilakukan murni tanpa menggunakan mata uang dolar.

"Kita menyaksikan penandatanganan antara pelaku usaha Indonesia dan Filipina dengan sistem barter. Jadi, kita impor abaka. Serat abaka ini untuk bahan baku tekstil," ungkap Budi Santoso dikutip dari tayangan Top News Metro TV, Senin 8 Juni 2026. 

Budi menjelaskan lebih lanjut bahwa serat abaka yang berasal dari pelepah pohon pisang tersebut kemudian diolah oleh perusahaan anggota Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI). "Diolah menjadi produk tekstil dan nanti produk tekstilnya diekspor ke Filipina. Ya, itu yang pertama," tambahnya.

Selain sektor tekstil, skema barter ini juga menyasar sektor industri logam berat. Indonesia mendatangkan bijih besi dari negara tetangga tersebut untuk diolah menjadi produk baja siap pakai.

"Yang kedua, kita impor iron ore untuk bahan baku baja. Nah, setelah diproses dari grup Krakatau Steel, kemudian bajanya kita ekspor ke Filipina. Ini sistem barter, jadi kita tidak menggunakan mata uang dolar," tegas Mendag.

Kinerja ekspor Indonesia pada periode Januari hingga April tercatat tumbuh positif sebesar 5,48 persen dengan nilai surplus mencapai USD5,64 miliar. Ke depannya, pemerintah berencana untuk memperluas skema barter perdagangan ini pada ajang Trade Expo yang akan digelar di ICE BSD pada Oktober 2026 mendatang.

(Sofia Zakiah)