Rupiah Turun, Indonesia Bakal Terapkan Skema Barter dalam Perdagangan Internasional

Mendag Budi Santoso. Foto: dok Biro Humas Kemendag.

Rupiah Turun, Indonesia Bakal Terapkan Skema Barter dalam Perdagangan Internasional

Husen Miftahudin • 4 June 2026 16:27

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan Indonesia tengah menyiapkan kerja sama perdagangan dengan Filipina melalui skema barter. Hal ini sebagai alternatif transaksi di tengah tantangan nilai tukar (kurs) yang dihadapi kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Budi saat menanggapi terkait pelemahan rupiah terhadap perdagangan luar negeri di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta.

"Kita ada alternatif misalnya pakai barter. Nanti tanggal 12 (Juni) kita ketemu dengan pengusaha Filipina," ujar Budi seperti dikutip dari Antara, Kamis, 4 Juni 2026.

Budi mengatakan rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuannya dengan salah satu pengusaha Filipina di sela-sela pertemuan The ASEAN Joint Foreign and Economic Ministers (AMM-AEM) di Cebu, Filipina, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pengusaha tersebut selama ini menjadi importir produk Indonesia dan mengusulkan penggunaan mekanisme barter untuk mempermudah perdagangan.
 

Baca juga: Rupiah Hari Ini Ditutup ke Level Rp18.049


(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
 

Nilai tukar Indonesia-Filipina melemah


Selain itu, Indonesia dan Filipina sama-sama mengalami pelemahan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS. Usulan tersebut kemudian muncul sebagai alternatif baru.

Lebih lanjut, Kementerian Perdagangan telah menindaklanjuti usulan tersebut dengan mencarikan pembeli (buyer) yang sesuai. Ia menyebut buyer untuk kerja sama tersebut sudah ditemukan dan penandatanganan kontrak direncanakan berlangsung pada 12 Juni mendatang.

Meski belum mengungkapkan komoditas yang akan diperdagangkan dalam skema tersebut, Budi memastikan rincian kerja sama akan disampaikan saat penandatangan kontrak berlangsung.

Terkait dampak pelemahan nilai tukar terhadap harga pangan dan bahan baku impor, Budi mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan pasokan untuk memastikan kebutuhan industri maupun masyarakat tetap terpenuhi.

(Husen Miftahudin)