3 June 2026 22:53
Jakarta: Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang mampu mengungkap perkara rasuah terhadap para mantan pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini menunjukkan ketegasan pemerintah dan aparat penegak hukum dakam memberantas korupsi.
"Saya apresiasi Kejagung yang mampu mengungkap kasus ini dan segera melakukan gerak cepat dan melakukan proses-proses hukum. Kami apresiasi dan saya siap mengawal. Mudah-mudahan proses-proses ini berlanjut, dituntaskan," ujar Boyamin dalam tayangan Headline News Metro TV, Rabu 3 Juni 2026.
Boyamin menilai bahwa proses hukum yang berjalan saat ini sangat terbantu oleh sikap tegas Presiden Prabowo yang sebelumnya telah mencopot para pejabat terkait. Langkah tersebut dianggap memberikan jalan bagi Kejagung untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa hambatan birokrasi maupun intervensi pihak tertentu.
"Ini ketegasan pemerintah untuk memberantas korupsi dan terbukti kemarin dicopot oleh Presiden. Dan artinya itu memberi laluan kepada Kejagung untuk menangani korupsi ini secara tanpa halangan," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengungkapan kasus ini sejak dini. Boyamin berpendapat bahwa tindakan cepat Kejagung telah mencegah kerugian negara yang lebih besar.
Jika penyimpangan dalam pengelolaan BGN dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dibiarkan begitu saja, ada potensi praktik korupsi tersebut akan terus berlanjut hingga empat tahun ke depan.
"Mencegah supaya tidak berlarut-larut karena kalau ini dibiarkan berarti empat tahun ke depan itu kan bertambah korupsi yang akan dijalani oleh dalam kasus BGN," tuturnya.