Menilik Stasiun Jakarta Kota, Bangunan Bersejarah yang Tetap Menjadi Simpul Mobilitas Masyarakat

19 September 2026 09:03

Jakarta: Stasiun Jakarta Kota menjadi salah satu bangunan yang menyimpan sejarah panjang perkembangan perkeretaapian di Jakarta. Di tengah kawasan Kota Tua, stasiun yang dikenal dengan sebutan Stasiun Beos ini masih melayani aktivitas perjalanan masyarakat hingga saat ini.

Cikal bakal Stasiun Jakarta Kota dibangun pada 1887 oleh Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOSM). Saat itu, stasiun dikenal sebagai Batavia Zuid dan menjadi bagian dari jalur kereta Batavia-Bekasi.

Bangunan yang digunakan hingga kini dirancang oleh arsitek Frans Johan Louwrens Ghijsels dan diresmikan pada 8 Oktober 1929. Karakter arsitekturnya terlihat dari sejumlah elemen khas, termasuk kanopi lengkung baja dan detail bangunan yang masih dapat ditemui di area stasiun.

Seiring waktu, Stasiun Jakarta Kota mengalami berbagai perubahan untuk menyesuaikan kebutuhan perjalanan masyarakat. Fasilitas penumpang kini berdampingan dengan bangunan yang mempertahankan karakter historisnya.

Pengalaman penumpang KRL


Bagi penumpang yang rutin menggunakan KRL dari Stasiun Jakarta Kota, perubahan tersebut turut menjadi bagian dari pengalaman mereka selama menggunakan layanan komuter. Salah satunya Ferdi, yang sudah menggunakan layanan kereta api di Stasiun Jakarta Kota sejak SD. 

“Saya menggunakan layanan kereta sejak SD tahun 1995, dari Gondangdia ke Jakarta Kota,” ujarnya.

Potret Stasiun Jakarta Kota dari masa lalu hingga kondisi saat ini memperlihatkan perkembangan yang terjadi seiring perubahan kebutuhan transportasi. Bangunan bersejarah tersebut kini berdampingan dengan berbagai fasilitas yang menunjang aktivitas penumpang. Sebagai stasiun terminus, perjalanan kereta di Stasiun Jakarta Kota berakhir pada jalur-jalur rel yang tersedia di dalam area stasiun. Aktivitas kedatangan dan keberangkatan kereta melibatkan petugas yang mengatur pergerakan perjalanan agar operasional berlangsung aman dan tertib.

Ferdi melanjutkan, dahulu kereta komuter juga menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Hal tersebut terlihat dari penumpang yang menggunakan layanan yang sama dalam perjalanan sehari-hari.

“Karena dulu tidak ada yang namanya perbedaan, tidak ada batasan semua kalangan menyatu,” ujar Ferdi. Hingga kini, Stasiun Jakarta Kota tetap menjalankan fungsinya sebagai bagian dari jaringan transportasi masyarakat. Di saat yang sama, bangunannya menjadi pengingat perjalanan panjang perkeretaapian di Jakarta dari masa ke masa. (Titik Nurmalasari)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X