Satu Dekade 'Menjaga Nyawa' di Perlintasan Kereta Pasar Minggu

Petugas jaga lintasan (PJL) di perlintasan sebidang Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Satu Dekade 'Menjaga Nyawa' di Perlintasan Kereta Pasar Minggu

Metro TV • 17 September 2026 17:54

Jakarta: Deru roda besi yang mengular di sepanjang rel menjadi pemandangan sehari-hari warga Ibu Kota. Di balik hilir mudik kereta yang menjadi tulang punggung transportasi umum Jakarta itu, ada sosok yang memastikan keamanan nyawa banyak orang di setiap lintasan.

Mereka adalah petugas jaga lintasan (PJL) yang selalu siaga mengawal keselamatan warga. Salah satu yang memilih mengabdikan hidupnya demi tanggung jawab mulia itu adalah Irawan, 35, PJL perlintasan sebidang Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 

Terhitung sepuluh tahun sejak Irawan pertama kali menjejakkan kaki di pos PJL Pasar Minggu. Hingga kini, Irawan setia menjalani rutinitas yang sama guna memastikan kelancaran mobilitas warga Ibu Kota.
 


“Biasa saya datang lalu pengecekan alat pelayanan dari palang pintu, segala macam dari alat komunikasi begitu. Lalu serah terima dengan petugas yang mau saya gantikan. Cek atribut, memastikan semua alat sudah layak untuk digunakan, doa dan mulai kerja,” kata Irawan saat ditemui Metrotvnews.com di lokasi, Kamis, 17 September 2026.

Meski rutinitas sehari-harinya relatif sama, pekerjaan Irawan sebagai PJL penuh risiko. Kebiasaan buruk sejumlah pengendara yang memaksa menerobos palang perlintasan menjadi tantangan tersendiri. Tak jarang, dia harus turun langsung untuk menghentikan pengendara yang keras kepala.

“Pengendara atau pengguna jalanlah yang lewat itu sering bengong, sudah kita kasih tahu mereka pun tidak menghiraukan. Kadang-kadang saya juga suka langsung lari keluar narik orangnya itu ya alhamdulillah maksudnya tuh kebanyakan ya selamat gitu,” kata Irawan.

Terutama dia masih sering menemui pengendara yang sibuk dengan gawai atau menggunakan perangkat jemala. Sehingga tidak menghiraukan peringatannya.

“Kalau dikasih tahu, dikasih peluit gitu, dia kayak yang enggak mudeng saja begitu, kayak enggak menghiraukan. Kadang-kadang yang suka pakai headset, main HP, kayak gitu,” ujar Irawan.


Petugas jaga lintasan (PJL) Pasar Minggu, Irawwan (kanan). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina. 

Selama sepuluh tahun bekerja, Irawan mengungkap pengalamannya yang harus berhadapan dengan insiden kecelakaan akibat ketidakwaspadaan pengendara. Momen seperti itu yang sempat membuat dirinya merasa bersalah, meski di satu sisi sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Kalau awal-awal ya mungkin saya juga trauma, ya karena jujur ya ngelihat keadaan seperti kecelakaan kan nggak sering kita lihat, ya. Ya kadang ngerasa bersalah, cuman kan kita enggak salah juga,” papar Irawan.

Sebagai PJL, Irawan berharap masyarakat tidak menyepelekan keselamatan diri sendiri ketika melewati perlintasan kereta. Dia menekankan kebijaksanaan masyarakat untuk menunggu hingga kereta melintas, alih-alih menerobos palang demi menyingkat perjalanan. 

“Untuk masyarakat lebih sayangilah nyawa Anda. Karena satu dua menit kan bukan waktu yang lama untuk menunggu, ya. Menunggu demi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” ucap Irawan.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)