DPRD DKI Desak Pemprov Perluas Desalinasi untuk Antisipasi Kekeringan

17 September 2026 17:21

Jakarta: DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengambil langkah antisipasi dalam menghadapi ancaman kemarau panjang dan potensi krisis air bersih di wilayah ibu kota. Terlebih BPBD sudah memberikan peringatan level awas.

"Ya, memang harus diantisipas. Kemarin kan ada level awas dari BPBD. Nah, saya kira ini harus disikapi serius, karena kekeringan ini kan tidak bisa dihindari." ujar Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 17 September 2026. 

Suhud menyarankan pihak Pemprov DKI Jakarta untuk memperluas penerapan teknologi pengolahan air laut atau desalinasi sebagai langkah antisipasi kekeringan. Cara ini sudah diterapkan di wilayah Kepulauan Seribu.

"Mungkin juga langkah yang harus dilakukan adalah melakukan desalinasi ya, seperti yang dilakukan di Pulau Seribu. Ya proses mengubah air laut jadi air bersih, air tawar. Saya kira itu juga harus sudah mulai dicoba dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan Jakarta ini kekurangan air bersih," katanya. 

Suhud memastikan pihaknya terus mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk mengolah air laut tersebut guna mengantisipasi kekeringan yang berpotensi melanda wilayah Jakarta. 

Volume air turun dan bau


Sementara itu, kekeringan dampak musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Di Kelurahan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, misalnya. Warga mulai mengeluhkan menurunnya volume air disertai bau tak sedap.

“Ya kecil airnya gitu, cuma ada bau, bau gitu. Bau besi apa bau kayak bau selokan gitu,” kata warga setempat, Ariani, ketika ditemui Metrotvnews.com, Kamis, 17 September 2026.

Menurut Ariani, bau tak sedap itu muncul sejak bulan lalu. Meski begitu, warna dan tekstur air dinilai masih layak digunakan walaupun jumlahnya jauh lebih sedikit. 

“Keluar sih masih, sedikit-sedikit keluar gitu. Masih nggak begitu kering banget, masih keluar,” kata Ariani.

Untuk mengantisipasi penurunan volume air di tengah musim kemarau ini, Ariani menyiasatinya dengan menampung air hingga menghemat penggunaannya. Air mulai ditampung sejak subuh, karena mengalirnya cukup deras.

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X