Pramono: Pembangunan Giant Sea Wall Jadi Solusi Ubah Air Laut Jadi Air Bersih

Nattasya Amani Vrazeti • 17 September 2026 15:31

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons usulan DPRD DKI Jakarta untuk pengolahan air laut menjadi air bersih atau desalinasi dalam mengatasi kekeringan yang terjadi di wilayah ibu kota akibat musim kemarau.

Pramono menyebut hal tersebut dapat dilakukan salah satunya dengan pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa dalam merealisasikan usulan DPRD tersebut.

“Untuk merubah air laut menjadi air tawar dan bisa digunakan, maka salah satu hal adalah Giant Sea Wall-nya segera dimulai,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Kamis, 17 September 2026.

Menurutnya, keberadaan Giant Sea Wall nantinya akan mempermudah penyediaan pasokan air payau yang siap diolah lebih lanjut.

Pramono menambahkan, Pemprov DKI melalui PAM Jaya turut menyatakan kesiapan untuk memproses pasokan air laut dan air payau agar dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh masyarakat luas untuk kebutuhan sehari-hari apabila hal tersebut dapat dilakukan.

“Dan untuk di Jakarta itu memang kalau itu bisa dilakukan, maka suplai untuk air payau atau air tawar untuk kebutuhan diolah menjadi air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dengan gampang Pemerintah DKI Jakarta melalui PAM Jaya, kami siap untuk melakukan itu,” kata Pramono.

Baca Juga :

Sumur Kering, Warga Cilandak Harap Bantuan Air Bersih Makin Rutin
 

Pengolahan air laut jadi air bersih

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengambil langkah antisipasi secara serius dalam menghadapi ancaman kemarau panjang dan potensi krisis air bersih di wilayah ibu kota.

Salah satunya, Suhud mengusulkan agar teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih atau desalinasi dapat diperluas penerapannya. Menurutnya, hal serupa sebenarnya telah lebih dulu diterapkan di wilayah Kepulauan Seribu.

“Mungkin juga langkah yang harus dilakukan adalah melakukan, di Kepulauan Seribu tuh sudah ada tuh desalinasi ya, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar,” ujar Suhud saat peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan pada Rabu, 16 September 2026.

Suhud menilai hal tersebut efektif dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat.

“Saya kira itu juga harus sudah mulai dicoba dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan Jakarta ini kekurangan air bersih,” ujar Suhud.

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X