Cianjur Kaji Perpanjangan Status Siaga Darurat Kekeringan

Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi yang mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr

Cianjur Kaji Perpanjangan Status Siaga Darurat Kekeringan

Silvana Febiari • 17 September 2026 15:36

Cianjur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengkaji kemungkinan memperpanjang status siaga darurat bencana kekeringan. Langkah tersebut mempertimbangkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa musim kemarau masih berlangsung hingga Oktober mendatang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan informasi tersebut didapat setelah menggelar rapat bersama BPBD se-Jawa Barat dengan BMKG terkait penanganan bencana kekeringan.

"Informasi dari BMKG kemarau akan terjadi sampai bulan Oktober, sehingga kemungkinan status siaga darurat bencana kekeringan akan diperpanjang, karena hingga pekan ketiga September curah hujan yang turun masih rendah," kata Samudra, dilansir dari Antara, Kamis, 17 September 2026. 


BMKG memprediksi musim kemarau masih berlangsung hingga Oktober 2026 karena intensitas hujan di Cianjur dan Jawa Barat masih rendah. Meski beberapa wilayah sudah diguyur hujan, sifatnya masih lokal dan belum merata.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau kondisi dan perkembangan cuaca, termasuk terkait kemungkinan perpanjangan status siaga darurat kekeringan. Keputusan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan dan informasi terbaru dari BMKG, mengingat sebagian besar wilayah Cianjur mengalami krisis air.

"Saat ini pendistribusian air bersih ke sejumlah kecamatan terdampak terus dilakukan berkolaborasi antara Perumdam Cianjur, Polres Cianjur, dan PMI Cianjur, dimana masing-masing mendistribusikan air bersih setiap hari," ungkapnya.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logsitik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Samudra Wira Purnama. ANTARA/Ahmad Fikri.


Pihaknya meminta masyarakat di wilayah utara hingga selatan Cianjur tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan. Sebab, dalam tiga bulan terakhir tercatat 47 kejadian kebakaran lahan di Cianjur.

"Kami meminta masyarakat termasuk pengguna jalan dapat mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan dengan tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan," ujarnya.

(Silvana Febiari)