Dampak Perang di Timur Tengah, Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus US$6.000

3 March 2026 19:05

Ketegangan konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap pasar komoditas global. Pengamat pasar emas, Ibrahim Assuabi, memproyeksikan bahwa harga emas dunia dan logam mulia akan mengalami lonjakan tajam sebagai imbas dari peperangan yang terjadi di Timur Tengah.

Ibrahim menjelaskan bahwa yang mendorong kenaikan ini adalah kondisi geopolitik yang memanas serta kebijakan ekonomi Amerika Serikat. Penerapan tarif impor sebesar 15% oleh Presiden Donald Trump hingga kebijakan Bank Sentral AS terkait penurunan suku bunga menjadi pemicu utama fluktuasi harga.

Menurut analisis Ibrahim, pasca pecahnya perang di Timur Tengah, akan terjadi fenomena gap up atau lonjakan harga secara tiba-tiba pada emas dunia yang diperkirakan mendekati level 5.500 USD per troy ounce. Jika konflik ini terus berkecamuk, harga emas dunia bahkan berpotensi menembus level 6.000 USD per troy ounce.
 

Baca juga: Harga Emas ke Zona Bullish, Didorong Konflik Timur Tengah dan Inflasi AS

Kenaikan harga di pasar global ini juga berdampak langsung pada harga emas domestik. "Logam mulia diprediksi berkisar antara Rp3.150.000 sampai Rp3,2 juta, bahkan ada kemungkinan mencapai Rp3,5 juta per gram," ujar Ibrahim.

Kondisi ini diperparah dengan tren pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Ibrahim memprediksi kurs Rupiah berpotensi terus melemah hingga mendekati angka Rp17.000 per USD, yang secara otomatis akan mendorong harga logam mulia di dalam negeri menjadi lebih mahal.

Sebelumnya, pasar sempat bereaksi terhadap penunjukan Kevin Warsh sebagai Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat oleh Donald Trump, yang sempat membawa harga emas dunia turun. Namun, Ibrahim menegaskan bahwa sentimen perang dan kebijakan tarif Trump akan tetap menjadi pendorong utama yang membuat harga emas kembali melambung tinggi dalam waktu dekat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)