Dalam dua bulan pasacabencana Aceh dan Sumatra, satu persatu rumah hunian sementara sudah mulai diserahkan dan terus dibangun. Segala kebutuhan dan infrastruktur masih terus dibenahi.
Di wilayah Aceh, berdasarkan data BNPB yang kami kumpulkan, pembangunan hunian sementara (Huntara) di Provinsi Aceh mencapai 7.000 lebih, tepatnya 7.346 unit dan tersebar di beberapa kabupaten dan kota.
Jumlah itu mencakup pembangunan di Pidie Jaya 393 unit, Pidie 12 unit, dan di Nagan Raya 609 unit.
Huntara adalah merupakan bagian dari program pemerintah untuk warga terdampak bencana. Namun, tidak semua unit sebenarnya sudah selesai dibangun.
Di Pidie Jaya dan Pidie, pemerintah sudah menyelesaikan pembangunan dan sebagian unit sudah ditempati warga. Sementara itu, pembangunan Huntara di wilayah Aceh lainnya ini masih berjalan secara bertahap.
Sementara itu, pembangunan hunian sementara (
Huntara) di Sumatra Utara mencapai 856 unit tersebar di beberapa wilayah terdampak bencana.
Salah satunya di Desa Sibalanga, Kabupaten Tapanuli Utara, pemerintah membangun 40 unit dan 30 unit di antaranya sudah selesai dan siap digunakan oleh warga.
Di Tapanuli Selata, pembangunan huntara dilakukan secara terpusat dengan total 683 unit. Sebanyak 186 unit selesai dibangun di antaranya 88 unit di Desa Aek Latong dan 78 unit di Desa Simatohir.
Terdapat pula pembangunan huntara mandiri di beberapa kecamatan dengan total 133 unit.
Adapun untuk Sumatra Barat (Sumbar), tercatat pembangunan huntara sebanyak 243 unit. Selain itu, BNPB juga melaporkan rencana pembangunan huntara dalam jumlah yang lebih besar di beberapa kabupaten terdampak.
Di Agam, pemerintah merencanakan pembangunan 400 lebih unit huntara dan sebagian sudah siap ditempati warga. Kemudian juga di Kabupaten Tanah Datar, pemerintah merencanakan pembangunan 64 unit huntara dengan progres yang terus berjalan dan beberapa unit mendekati tahap selesai atau siap dihuni.