Umat Muslim Syiah Peringati Asyura di Tengah Konflik Timur Tengah

26 June 2026 16:26

Umat Muslim Syiah di berbagai negara memperingati Asyura tahun ini dengan suasana yang berbeda. Peringatan berlangsung di tengah konflik Timur Tengah yang melanda Iran dan Lebanon selama beberapa bulan terakhir.

Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Jum'at 26 Juni 2026, Asyura merupakan hari suci yang mengenang gugurnya Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW, dalam Pertempuran Karbala pada 680 Masehi.

Imam Hussein bersama keluarga dan para sahabatnya terbunuh setelah menolak berbaiat kepada Kekhalifahan Umayyah. Peristiwa tersebut kemudian menjadi simbol perjuangan melawan penindasan dan ketidakadilan bagi umat Syiah.
 
Tahun ini, peringatan Asyura berlangsung setelah berbulan-bulan konflik di Iran dan Lebanon, dua negara yang memiliki populasi Syiah besar. Kondisi tersebut membuat suasana peringatan dipenuhi refleksi atas pengorbanan dan penderitaan yang dialami masyarakat akibat perang.
Dalam laporan disebutkan, pada hari pertama perang, 28 Februari, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel.

Khamenei yang berusia 86 tahun dikenal sebagai pemimpin politik sekaligus otoritas keagamaan tertinggi di Iran yang dihormati oleh jutaan penganut Syiah di berbagai belahan dunia.
 
Sejumlah pelayat di Teheran menilai perang yang menelan ribuan korban jiwa membuat ritual Asyura tahun ini terasa lebih bermakna. Peringatan tersebut tidak hanya menjadi momen mengenang tragedi Karbala, tetapi juga menjadi simbol keteguhan, pengorbanan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X