Perjalanan Jemaah Umrah di Jeddah Dilaporkan Tetap Aman

14 October 2026 00:47

Eskalasi konflik antara Arab Saudi dan gerakan Ansarullah Yaman (Houthi) memicu rentetan serangan balasan yang menargetkan sejumlah fasilitas bandara di Riyadh. Meski ketegangan meningkat, kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) dan jemaah umrah di wilayah Jeddah hingga Makkah dipastikan tetap aman dan terkendali.

Kontributor Metro TV di Jeddah, Khoirul Basyaruddin, melaporkan langsung bahwa aktivitas masyarakat maupun pelaksanaan ibadah umrah sama sekali tidak terganggu oleh insiden di ibu kota tersebut.

"Ya, alhamdulillah sampai detik ini saya ini perjalanan dari Jeddah ke Makkah kondisi masih aman. Saya pagi tadi perjalanan dari Jeddah ke Makkah masih lancar semua, berkegiatan sebagaimana mestinya," ungkap Khoirul dalam laporannya dalam Metro Hari Ini, Metro TV, dikutip Rabu 14 Oktober 2026.
 



Khoirul membenarkan adanya sedikit gangguan pada operasional penerbangan, terutama bagi maskapai penerbangan transit. Namun, situasi tersebut sudah berhasil ditangani dan kembali normal.

"Memang ada beberapa informasi dari teman-teman yang di bandara kemarin sempat ada penerbangan dari Jeddah ke luar Jeddah atau jemaah umrah dari Jeddah menuju Indonesia yang menggunakan maskapai IndiGo dan Emirates transit di India dan di Uni Emirat mengalami pembatalan, tapi informasinya hari ini telah berjalan kembali," jelasnya.

Ia juga menyoroti situasi lalu lintas udara di atas wilayah Jeddah. "Beberapa pesawat yang mau landing di Jeddah itu memang berputar agak lama di udara kemudian baru landing... Tetapi sampai detik ini landing masih di Jeddah dan alhamdulillah kondisi aman," paparnya.

Merespons perkembangan keamanan ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah telah mengeluarkan imbauan resmi dan membuka layanan darurat bagi WNI.

"Imbauan khusus dari KBRI, KBRI meminta masyarakat Indonesia yang ada di Arab Saudi tetap tenang," tegas Khoirul.

"Adapun KJRI Jeddah sendiri untuk masyarakat Indonesia juga ada nomor hotline yang bisa dihubungi 24 jam, baik itu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau serpihan daripada rudal yang dihalau atau penerbangan yang ditunda," tambahnya. 

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X