Konflik Houthi dan Arab Saudi Memanas, Seberapa Berat Dampaknya bagi Yaman?

Metro TV • 13 October 2026 17:35

Riyadh: Konflik Houthi dan Arab Saudi kembali memanas setelah serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada 10 Oktober 2026 menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Eskalasi ini menambah ketegangan regional, sementara jutaan warga Yaman masih menghadapi krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan. Reuters melaporkan jumlah korban dalam serangan tersebut, sedangkan data PBB menunjukkan besarnya kebutuhan bantuan di Yaman.

Konflik Houthi dan Arab Saudi berakar dari krisis politik di Yaman yang berkembang menjadi perang berkepanjangan. Pada 2014, kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa, kemudian pada 2015 Arab Saudi memimpin intervensi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Gencatan senjata pada 2022 sempat membuka ruang bagi upaya diplomasi. Namun, ketegangan kembali meningkat pada 2026 setelah pertempuran berlanjut dan serangan lintas perbatasan kembali terjadi.
 

 

Serangan ke Riyadh Picu Ketegangan Regional

Pada Oktober 2026, serangan terhadap Riyadh menjadi salah satu titik eskalasi terbaru. Bandara Internasional King Khalid menjadi sasaran serangan pada 10 Oktober, setelah serangkaian serangan sebelumnya dalam pekan yang sama. Insiden tersebut juga mengganggu operasional penerbangan dan memicu kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur sipil. Reuters

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan kelompoknya akan melanjutkan operasi militer terhadap Arab Saudi selama apa yang mereka sebut sebagai agresi dan pengepungan terhadap rakyat Yaman belum dihentikan.

“Angkatan Bersenjata Yaman akan melanjutkan operasinya secara eskalatif menuju kedalaman wilayah Saudi,” demikian pernyataan Saree. Ia juga menegaskan kelompoknya akan merespons eskalasi dengan eskalasi.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kedua pihak masih berada dalam situasi konfrontasi. Serangan terhadap wilayah Saudi juga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik, termasuk potensi ancaman terhadap fasilitas energi dan jalur pelayaran di Laut Merah.

Empat Negara Tegaskan Dukungan kepada Arab Saudi

Di tengah meningkatnya ketegangan, Arab Saudi mendapat dukungan dari Mesir, Pakistan, dan Turki melalui kelompok yang dikenal sebagai R4. Dalam pernyataan bersama pada 11 Oktober 2026, keempat negara mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid.

Kelompok R4 menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah yang dinilai sah untuk menangkal serangan, melindungi warga, serta mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayah Arab Saudi. Mereka juga mendesak penghentian serangan tanpa syarat. Kementerian Luar Negeri Turki

Dukungan tersebut menambah dimensi regional dalam konflik yang awalnya berakar pada krisis politik domestik Yaman. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada respons militer para pihak serta peluang untuk kembali membuka jalur diplomasi.
   

Di Balik Konflik, Jutaan Warga Yaman Membutuhkan Bantuan

Di tengah eskalasi militer, warga Yaman masih menghadapi persoalan kemanusiaan yang berat. Data Rencana Kebutuhan dan Respons Kemanusiaan Yaman 2026 dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mencatat:
  • Lebih dari 22 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan dan perlindungan.
  • 18,3 juta orang menghadapi kerawanan pangan akut.
  • Lebih dari 2,2 juta anak balita mengalami malnutrisi akut.
  • 5,2 juta orang mengungsi di dalam negeri.
Angka tersebut menunjukkan bahwa dampak konflik tidak berhenti pada pertempuran dan serangan militer. Warga sipil juga menghadapi kesulitan memperoleh makanan, layanan kesehatan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. OCHA PBB

Eskalasi terbaru pun berpotensi semakin mempersulit upaya pemulihan di Yaman. Karena itu, selain langkah pengamanan wilayah dan respons terhadap serangan, penyelesaian konflik melalui diplomasi tetap menjadi tantangan penting bagi pihak-pihak yang terlibat.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X