Mesir Siap Beri Dukungan Apa Pun kepada Arab Saudi untuk Hadapi Houthi

Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty. (Anadolu Agency)

Mesir Siap Beri Dukungan Apa Pun kepada Arab Saudi untuk Hadapi Houthi

Willy Haryono • 13 October 2026 16:46

Kairo: Mesir siap memberikan “segala bentuk” dukungan kepada Arab Saudi di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi terhadap kerajaan tersebut, kata Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty pada Selasa, 13 Oktober 2026.

“Apa pun yang diminta oleh pihak Saudi, tentu kami akan merespons,” kata Abdelatty kepada Bloomberg Television ketika ditanya apakah Mesir dapat memberikan dukungan militer kepada Arab Saudi.

“Tanpa reservasi apa pun, kami memberikan segala bentuk dukungan,” tambahnya dalam wawancara di sela-sela pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) di Bangkok yang berlangsung pada 12–18 Oktober.

Abdelatty juga mengatakan Mesir sedang mempertimbangkan secara serius untuk bergabung dalam Pakta Pertahanan Bersama Mekkah, yang saat ini mempertemukan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan.

“Masalah ini sedang dipertimbangkan secara serius oleh pihak Mesir,” ujarnya.

Pakta tersebut ditandatangani di Mekkah pada 7 Agustus oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Perjanjian itu menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Turki mengatakan pakta tersebut bersifat defensif, tidak ditujukan kepada negara mana pun, dan terbuka bagi negara sahabat lainnya.

Pada 5 Oktober, aliansi tersebut sepakat untuk “segera” menerapkan komitmen pertahanan kolektif setelah meningkatnya serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Mereka juga menyepakati langkah untuk “pengerahan cepat” pasukan dan kemampuan militer yang telah disepakati ke Arab Saudi.

Peningkatan Serangan Houthi

Pernyataan Abdelatty disampaikan setelah peningkatan tajam serangan rudal dan drone Houthi terhadap bandara serta fasilitas lainnya di Arab Saudi.

Turki, Mesir, Pakistan, dan Arab Saudi mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu yang mengecam serangan tersebut dan menegaskan kembali dukungan terhadap langkah-langkah sah Riyadh untuk menghadapi dan mencegah serangan.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang menewaskan 13 orang dan melukai 309 lainnya.

Pada September, Kairo mengatakan keamanan nasional Mesir dan Arab Saudi “saling terkait dan tidak terpisahkan”, sembari memperingatkan bahwa serangan Houthi yang terus berlanjut berisiko memicu ketegangan regional yang lebih luas.

Yaman telah dilanda konflik sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Kondisi tersebut mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Baca juga: Eskalasi Konflik Teluk Meluas, Indonesia-Mesir Serukan Dialog dan Diplomasi

(Willy Haryono)