Bandar Lampung: Tangis histeris hingga pingsan mewarnai proses evakuasi seekor buaya muara sepanjang sekitar 2,5 meter di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Lampung. Pemilik buaya tak kuasa berpisah dengan hewan yang telah dirawatnya selama sekitar tiga tahun sejak masih berbentuk telur.
Buaya tersebut dievakuasi dari pekarangan rumah warga di Jalan Teluk Ambon, Kecamatan Panjang. Saat petugas mulai memasang tali pengikat pada tubuh buaya, pemilik bernama Wike terlihat menangis histeris. Di tengah proses evakuasi, Wike bahkan jatuh pingsan. Petugas dan warga kemudian membawanya ke dalam rumah untuk mendapatkan pertolongan.
Camat Panjang Hendry Satria Jaya mengatakan buaya tersebut memang telah dipelihara keluarga sejak masih berbentuk telur. Selama sekitar tiga tahun, buaya itu tumbuh hingga mencapai panjang sekitar 2,5 hingga 2,7 meter.
"Sesuai dengan fakta di lapangan, kita sudah mengevakuasi buaya yang kepemilikannya memang mereka pelihara dari masih bertelur dan sudah sekitar tiga tahun dengan panjang kurang lebih 2,5 sampai 2,7 meter," ujar Hendry.
Menurut Hendry, proses evakuasi sempat berlangsung alot karena keluarga masih memiliki rasa sayang dan keterikatan dengan buaya tersebut. Ia pun memahami perasaan keluarga yang harus berpisah dengan hewan yang telah dirawat selama bertahun-tahun.
"Tadi kita sudah coba negosiasi tapi alot. Pihak keluarga mungkin rasa cinta ya, rasa memiliki seperti memelihara. Saya pribadi kalau memelihara kucing kan sayang ya, ya mereka sayang artinya," tambah Hendry.
Pemerintah Tetap Evakuasi demi Keamanan
Meski memahami ikatan keluarga dengan buaya tersebut, pemerintah tetap melakukan evakuasi. Keberadaan buaya di lingkungan permukiman dinilai dapat menimbulkan kekhawatiran dan berisiko terhadap keselamatan warga. Hendry mengatakan pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
"Tapi kita kan kewajiban kita pemerintah memberikan rasa aman dan nyaman," katanya.
Sebelum evakuasi dilakukan, petugas terlebih dahulu melakukan pendekatan secara persuasif kepada keluarga. Mereka memberikan pengarahan dan pemahaman mengenai alasan buaya tersebut harus dievakuasi.
"Kalau kita tadi coba pendekatan persuasif, memberikan pengarahan, memberikan pemahaman bahwasanya proses evakuasi ini memang harus dilakukan oleh pemerintah," ujar Hendry.
Setelah diberikan pemahaman, keluarga akhirnya dapat menerima proses evakuasi tersebut. Setelah berhasil diamankan, buaya kemudian diangkat ke dalam mobil evakuasi. Satwa tersebut selanjutnya dibawa petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke penangkaran buaya milik PT Vista Agung Kencana di Sumatera Selatan.
Evakuasi dilakukan setelah warga merasa resah dengan keberadaan buaya sepanjang lebih dari dua meter tersebut di lingkungan permukiman. Mereka khawatir buaya lepas dan membahayakan keselamatan warga.
Kini,
buaya tersebut tidak lagi berada di pekarangan rumah Wike. Satwa itu akan menjalani penanganan lebih lanjut di tempat yang telah ditentukan petugas. Bagi keluarga, evakuasi tersebut menjadi momen perpisahan dengan buaya yang telah dirawat sejak masih berbentuk telur hingga tumbuh mencapai lebih dari dua meter.