Joko Anwar Hadirkan Pameran Macabre Art Installation: Ghost in the Call

24 May 2026 17:39

Sutradara Joko Anwar melalui rumah produksi miliknya, Come and See Pictures menghadirkan pameran Macabre Art Installation: Ghost in the Cell. Pameran seni instalasi ini menampilkan enam karya seni macabre art yang ada dalam film Ghost in the Cell. 

“Kita sebagai seniman, salah satu tugas kita adalah merefleksikan apa yang terjadi di tempat kita hidup, di negara kita, dan membuat orang aware dan itu yang coba kita lakukan. Kalau misalnya kita bisa membuat film, kita juga mau membuatnya di dunia nyata berupa exhibition, instalasi exhibition.” kata Sutradara, Joko Anwar, dikutip dari tayangan ShowBiz Metro TV, Minggu, 24 Mei 2026.

Ada sebuah interpretasi visual mengenai kematian dan siksaan yang diangkat langsung dari film tersebut. Dan pameran ini juga membawa pengunjung masuk ke atmosfer yang mencekam di mana seni, kritik sosial, dan juga teror visual menyatu dalam satu ruangan.
 

Baca juga: Seniman Difabel Hadirkan Inspirasi dalam Pameran Art with Heart


Lewat macabre art installation, dunia film Ghost in the Cell berpindah medium dari layar ke ruang pamer menghadirkan pengalaman berbeda yang bisa dilihat, didengar, bahkan dirasakan langsung pengunjung. Pameran ini berlangsung di Nirmana Fatahillah, Jakarta pada 16 hingga 22 Mei 2026 dan dibuka gratis untuk publik.

Sebanyak enam instalasi seni macabre ditampilkan dalam ukuran nyata mulai dari The Fan, Shower Head, The Stuff, The Dancer, Floodlight hingga Lady Justice yang merupakan elemen visual yang sebelumnya hanya muncul di film. Tak sekadar memamerkan elemen horor, pameran ini juga membawa kritik sosial yang menjadi roh cerita Ghost in the Cell.

Salah satu instalasi yang menjadi sorotan adalah Lady Justice versi terkorupsi karya ini dibuat oleh desainer Anwita Citria. Pada instalasi ini mata dan telinga diletakkan di atas timbangan untuk menggambarkan bahwa koruptor tidak melihat dan tidak mendengar reaksi masyarakat.

“Timbangan itu kan kayak melambangkan bahwa si koruptor ini tuh dia tidak melihat dan dia tidak mendengar reaksi masyarakat.” ucap Desainer Instalasi Lady Justice, Anwita Citria.

(Nopita Dewi)