Bedah Editorial MI: Melawan Keterbatasan

19 August 2026 08:39

GEMPA dengan Magnitudo 7,7 yang akhir pekan lalu mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengubah kehidupan warga. Di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, misalnya, 3.000 jiwa terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian dengan kondisi lampu darurat dan selimut seadanya.

Pemerintah tentu saja tidak tinggal diam dan berpangku tangan. Jarak Jakarta ke NTT yang membentang sejauh 2.225 km tidak menjadi halangan bagi pemerintah pusat untuk segera datang dan menolong. Ada komitmen dan tanggung jawab yang dikedepankan meskipun terpaut faktor geografis. 

Kementerian Sosial sudah datang untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan semua unsur pemerintah harus bergerak cepat dan bekerja bersama untuk membantu masyarakat terdampak.

Kementerian Kesehatan juga telah mengerahkan sembilan Health Emergency Operation Center (HEOC) agar seluruh keperluan medis dapat segera dipenuhi. Hal ini menjadi langkah penguatan koordinasi dan pemantauan kondisi di lapangan pascagempa NTT.

Sementara itu, saat kemarin meninjau langsung lokasi terdampak dan pengungsian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama kepolisian dalam penanganan bencana gempa bumi.

Masih banyak lagi elemen masyarakat yang ikut ambil bagian untuk membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita di NTT. Sejumlah kampus dan mahasiswa di Tanah Air juga turun tangan. Dari ruang-ruang akademik, semangat kemanusiaan menjelma menjadi tindakan nyata. 

Rasa solidaritas juga merambat dari negara-negara sahabat. Mereka menyadari betul luka yang dialami masyarakat di NTT sejatinya adalah penderitaan seluruh bangsa Indonesia. Untuk itu, mereka berinisiatif menunjukkan simpati dan menawarkan bantuan kemanusiaan.
 



Presiden Iran Masoud Pezeshkian kepada Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas bencana yang menimpa NTT sekaligus menegaskan kesiapan negaranya untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.

Ucapan simpati dari negeri sahabat menjadi penanda bahwa derita akibat bencana tidak mengenal batas negara. Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, menyampaikan simpati dan berharap Indonesia bisa segera bangkit dari bencana.

Di tengah tenda-tenda pengungsian itu, yang dibutuhkan warga bukan hanya lampu untuk menerangi malam atau selimut untuk mengusir dingin, melainkan juga keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian.

Pemerintah memang sudah bergerak cepat, negara-negara sahabat juga sudah menunjukkan komitmen untuk menolong. Namun, di lapangan masih terjadi kekurangan dalam penanganannya. Kita tentu berharap ini segera diperbaiki oleh pihak-pihak terkait.  

Di media sosial tersiar kabar, Warga Reok membutuhkan makanan yang bergizi selama bertahan di tenda darurat. Tubuh yang lelah dan hari-hari yang panjang tentu saja membutuhkan asupan yang cukup agar tetap memiliki tenaga untuk bertahan.

Ketika bencana tiba, pemerintah memang harus memperhatikan betul soal pendistribusian bantuan. Sering kali masalahnya bukan pada ketersediaan stok di gudang pusat, melainkan pada rantai pasok dan jalur distribusi ke wilayah terisolasi.

Tidak hanya itu, bantuan darurat kerap terjebak pada pemenuhan karbohidrat seperti mi instan dan beras demi alasan kepraktisan, sementara aspek gizi seimbang (protein, vitamin) terabaikan.  Perencanaan logistik haruslah berbasis standar kesehatan pengungsi.

Kebutuhan makanan bergizi yang disuarakan para pengungsi menjadi bukti autentik bahwa respons penanganan harus segera mencapai standar optimal. Dalam situasi darurat, bantuan tidak cukup hanya hadir tetapi harus layak dan memadai bagi mereka yang terdampak.

Kita optimistis persoalan ini hanyalah kerikil kecil yang bisa ditangani pemerintahan Prabowo-Gibran. Dinamika di lapangan menjadi guru bagi para pemangku kepentingan agar setiap keputusan diambil dengan cepat dan tepat. Keterbatasan bukanlah alasan. 

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X