ATM Sampah Digital Recoin, Ubah Botol Plastik Jadi Saldo Elektronik

30 June 2026 19:30

Botol plastik bekas kini tak lagi hanya menjadi sampah. Melalui inovasi ATM sampah berbasis digital bernama Recoin, warga Kampung Dukuh, Kecamatan Magelang, dapat menukarkan sampah botol plastik menjadi saldo elektronik. 

Inovasi tersebut mendorong kebiasaan baru warga Kampung Dukuh dalam mengelola sampah plastik mereka. Setiap hari, warga terlihat mendatangi sebuah mesin dengan membawa kantong kresek berisi botol plastik bekas.

Prosesnya pun mudah. Warga cukup memindai barcode pada mesin, masuk ke akun Recoin, lalu memasukkan botol plastik satu per satu ke dalam ATM sampah. 

Setelah terverifikasi, sistem akan mencatat jumlah botol dan secara otomatis menambahkan saldo digital ke akun pengguna. Seluruh botol plastik yang terkumpul nantinya akan masuk ke tempat penampungan untuk diproses lebih lanjut menjadi bahan daur ulang, yang tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
 



Menurut pencipta ATM sampah Recoin, Ben Swarna Sugi, inovasi ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat dalam mengelola sampah plastik melalui sistem digital yang praktis dan mudah digunakan. Harapannya, semakin banyak warga yang tergerak untuk memilah dan mendaur ulang sampah sejak dari sumbernya.

"Karena selama ini kalau menjual satuan nggak bisa. Satu botol nggak nggak bisa jual di mana. Nah ini solusinya. Jadi ke depannya maksud apa tujuan saya membuat seperti itu. Membantu orang-orang itu mendapatkan pendapatan tambahan dari satu dua botol," ujar Ben, dalam program Newsline Metro TV, Selasa, 30 Juni 2026.

"Berubah pola perilakunya supaya satu dua botol ini diselamatkan nggak dicampur nggak dibuang secara dicampur. Ini supaya apa supaya tadi itu selain selain di memenuhi TPA juga tapi ini tuh ada nilai ekonominya supaya menambah nilai tambah ekonomi untuk masyarakat," kata Ben, menambahkan.

Kehadiran ATM sampah Recoin diharapkan dapat direplikasi di lebih banyak wilayah. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, program ini juga membuktikan bahwa sampah plastik masih memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. 

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X