Sea World gelar edukasi terkait pelestarian penyu. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.
Sampah Plastik Ancam Kelangsungan Hidup Penyu
Muhammad Iqbal Sidiq • 16 June 2026 19:09
Jakarta: Sea World Ancol menggelar rangkaian aktivitas edukasi bagi para pengunjung terkait pelestarian penyu. Tim Konservasi Ancol memperkenalkan ancaman sampah plastik bagi kelangsungan hidup penyu.
"Hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah mengurangi sampah plastik," kata Kepala Bagian Edukasi dan Riset Konservasi Ancol Andi Hakim, saat ditemui di lokasi, Selasa, 16 Juni 2026.
Andi mengungkapkan, salah satu pemicu utama kematian penyu di alam liar adalah ketidakmampuan membedakan makanan dan limbah manusia. Secara visual, sampah plastik menyerupai ubur-ubur yang merupakan pakan favorit penyu, khususnya spesies penyu sisik yang populasinya terus menurun di Indonesia.
Kondisi tersebut kian memperkecil peluang penyu bertahan hidup. Selain itu, tukik secara alami harus menghadapi ancaman tingginya serangan predator di pesisir pantai.
"Hanya sekitar 1 persen yang bisa bertahan hidup di lautan karena banyaknya ancaman predator seperti biawak dan elang laut," ujar Andi.

Acara "Sea Turtle Journey: Tiny Flipper, Big Future" di Sea World Ancol. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.
Edukasi ini bertujuan agar masyarakat menyadari bahwa pembuangan limbah di darat berdampak langsung pada kelestarian satwa laut. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengelola sampah.
"Cara paling mudah adalah tidak membuang sampah sembarangan," tutur Dokter Hewan Konservasi Ancol, Drh. Lusia Rachmawati.
Lusia menambahkan, selain menjaga kebersihan pantai, masyarakat perlu menghentikan eksploitasi ilegal. Di antaranya seperti perdagangan telur atau bayi penyu secara komersial. Melalui komitmen bersama antara pemerintah, lembaga konservasi, dan kesadaran harian masyarakat, diharapkan rantai kepunahan satwa dilindungi ini dapat diputus demi menjaga keseimbangan ekosistem bahari Nusantara.