4 September 2026 16:49
Ketapang: Orangutan Kalimantan bernama Sampurna mati setelah mengalami gangguan pernapasan yang diduga karena paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat 4 September 2026, Sampurna sebelumnya ditemukan dalam kondisi sangat lemah di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, pada 30 Agustus 2026. Setelah menerima laporan masyarakat, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YARI) segera mengevakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai kondisi Sampurna.
Sampurna kemudian dibawa ke pusat rehabilitasi YARI untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun, kondisinya terus memburuk.
Sekitar pukul 14.00 WIB, napas Sampurna semakin dangkal dan kadar oksigen dalam tubuhnya tidak lagi terdeteksi. Tim medis sempat melakukan resusitasi jantung dan paru setelah Sampurna menunjukkan tanda-tanda henti napas.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Sampurna akhirnya dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB.
Untuk mengetahui penyebab kematiannya, tim melakukan nekropsi pada 1 September 2026. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan pada beberapa organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.
Berdasarkan riwayat kondisi klinis dan hasil pemeriksaan, perubahan pada paru-paru diduga berkaitan dengan paparan asap yang mengganggu fungsi pernapasan dan menyebabkan hipoksia akut atau kondisi kekurangan oksigen.
Kondisi tersebut diduga turut mengganggu fungsi jantung hingga berkontribusi terhadap kematian Sampurna.