Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memberikan keterangan mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. (Dokumentasi/ Metro TV)
Penanganan Karhutla Kalbar Diproyeksi Berlangsung hingga Pertengahan Oktober
Silvana Febiari • 4 September 2026 16:21
Kubu Raya: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat diproyeksikan berlangsung hingga pertengahan Oktober 2026. Pemerintah masih memperkuat operasi pemadaman hingga kondisi cuaca mulai mendukung datangnya musim hujan.
“Kita operasinya paling tidak sampai pertengahan Oktober,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dalam tayangan Breaking News, Metro TV, Jumat, 4 September 2026.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pertumbuhan awan hujan mulai meningkat pada periode tersebut. Kondisi itu dapat dimanfaatkan untuk melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna membantu menurunkan hujan di wilayah terdampak.
"OMC juga hari ini yang disewa oleh Kementerian LH, Lingkungan Hidup juga sudah selesai ya, terus diperpanjang oleh BNPB," ungkap Suharyanto.
Suharyanto mengatakan hujan tetap bermanfaat meskipun tidak turun tepat di lokasi kebakaran. Hujan di wilayah yang belum mengalami karhutla setidaknya dapat membantu mencegah munculnya kebakaran baru.
“Paling tidak di kabupaten-kabupaten yang belum kebakaran jangan kebakaran,” ujarnya.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu, 2 September 2026. (ANTARA/Rendra Oxtora)
Sementara itu, penanganan di lapangan tetap mengandalkan Satgas Darat. Hal tersebut dinilai penting karena kebakaran di lahan gambut sulit ditangani hanya dengan operasi udara.
Suharyanto mengatakan kebakaran baru maupun api lama yang kembali menyala masih menjadi tantangan. Angin dapat membuat api kembali hidup setelah sebelumnya berhasil dipadamkan.
"Apinya hidup lagi karena terbawa angin dan lain sebagainya," tuturnya.
Data sementara menunjukkan luas lahan terbakar di Kalimantan Barat tercatat mencapai 38.310,86 hektare. Berdasarkan patroli udara, ditemukan 61 fire spot dengan estimasi luas terbakar mencapai 802,17 hektare, sementara Satgas Darat berhasil memadamkan sekitar 429,90 hektare.