Water bombing untuk penanganan karhutla. Foto: ANTARA/Nova Wahyudi.
9 Helikopter Water Bombing Dikerahkan Tangani Karhutla di Kalbar
Silvana Febiari • 4 September 2026 16:01
Kubu Raya: Sembilan helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan provinsi lain yang menjadi prioritas penanganan karhutla.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan seluruh helikopter saat ini dalam kondisi siap digunakan. Tidak ada helikopter yang sedang menjalani perawatan.
“Heli water bombing-nya sembilan ini sekarang di Kalimantan Barat, terbanyak dibandingkan provinsi-provinsi lain,” kata Suharyanto dalam tayangan Breaking News, Metro TV, Jumat, 4 Agustus 2026.
Baca Juga :
Selain sembilan helikopter tersebut, Kalimantan Barat juga akan mendapat tambahan tiga helikopter Chinook dari Tentara Bela Diri Jepang. Bantuan tersebut dijadwalkan tiba pada 9 atau 10 September 2026.
"Tanggal 9 kayaknya sudah, tanggal 10 sudah, hari Rabu kita terima ya Pak Pangdam nanti. Langsung diserahkan dari Kemhan ke Mabes TNI dan BNPB suratnya itu, baru saya terima suratnya. Berarti kan sudah 12 itu," ungkap Suharyanto.
Suharyanto mengatakan operasi udara tetap diperlukan untuk membantu pemadaman. Namun, Satgas Darat menjadi tumpuan utama, terutama untuk kebakaran di lahan gambut.
Menurut dia, water bombing lebih efektif untuk memadamkan api di lahan mineral. Sementara pada lahan gambut, api lebih sulit dipadamkan karena dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali menyala.
“Untuk operasi penanganan karhutla ini Satgas Darat memang menjadi tumpuan utama,” ujarnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. (Dokumentasi/ Metro TV)
Berdasarkan pemantauan, luas lahan yang terbakar dalam operasi sebelumnya mencapai 802,17 hektare. Satgas Darat berhasil memadamkan sekitar 429,90 hektare di antaranya.
Suharyanto mengatakan tambahan dukungan udara diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman bersama Satgas Darat di wilayah yang masih mengalami karhutla.
"Mudah-mudahan ini bisa membantu Satgas di bawah ini untuk melaksanakan tugas," harapnya.