Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu, 2 September 2026. (ANTARA/Rendra Oxtora)
Kubu Raya Jadi Titik Terparah Karhutla di Kalbar
Silvana Febiari • 4 September 2026 15:48
Kubu Raya: Kubu Raya menjadi wilayah dengan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terparah di Kalimantan Barat. Selain mencatat jumlah titik api terbanyak, wilayah tersebut juga memiliki luas lahan terbakar paling besar.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian karena Bandara Supadio berada di Kubu Raya. Kabut asap akibat karhutla dalam beberapa hari terakhir turut mengganggu penerbangan.
“Fire spot-nya juga paling banyak, luas yang terbakar juga paling luas. Celakanya, bandara juga ada di sini,” kata Suharyanto dalam tayangan Breaking News, Metro TV, Jumat, 4 September 2026.
Menurut dia, gangguan jarak pandang akibat asap karhutla menyebabkan penerbangan di Bandara Supadio terganggu. Kondisi tersebut menjadi salah satu dampak langsung karhutla terhadap aktivitas masyarakat.
Secara keseluruhan, luas lahan terbakar di Kalimantan Barat mencapai 38.310,86 hektare. Angka tersebut termasuk yang terbesar dibandingkan enam provinsi prioritas penanganan karhutla.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memberikan keterangan mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. (Dokumentasi/ Metro TV)
Berdasarkan patroli udara, ditemukan 61 fire spot dengan estimasi luas terbakar mencapai 802,17 hektare. Satgas Darat kemudian berhasil memadamkan sekitar 429,90 hektare.
"Satgas Darat ini, Panglima apresiasi ya. Ini sangat baik, saya punya data di beberapa provinsi. Jadi termasuk hasil yang dicapai Kalimantan Barat operasi harian tuh paling besar ini," ungkap Suharyanto.
Suharyanto menegaskan penanganan karhutla di Kalimantan Barat masih membutuhkan kerja keras, terutama di wilayah gambut yang sulit dipadamkan dan berpotensi kembali terbakar.