Pendinginan Diminta Dilakukan Masif untuk Tekan Asap Karhutla Kalbar

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kiri) saat meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Foto: Dok. Kemenhut.

Pendinginan Diminta Dilakukan Masif untuk Tekan Asap Karhutla Kalbar

Fachri Audhia Hafiez • 3 September 2026 20:29

Kubu Raya: Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) disebut tidak cukup berpatokan pada penurunan jumlah titik panas (hotspot). Namun, harus dibarengi dengan aksi pendinginan secara masif di lapangan.

“Oleh karena itu hari ini teman-teman Manggala Agni, Kemenhut, TNI-Polri, BPBD semua ya, sedang berjibaku untuk memastikan supaya tadi hotspot-nya bisa turun. Namun saat bersamaan harus ada gerakan yang masif untuk melakukan pendinginan. Ini sekarang nih lagi dilakukan pendinginan,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Kamis, 3 September 2026.
 


Penegasan tersebut disampaikan Raja Juli lantaran sistem pemantauan Sipongi Kemenhut menunjukkan angka hotspot di Kalbar sempat menurun dari 859 titik pada 1 September menjadi 268 titik pada hari berikutnya. Namun, penurunan tersebut tak lantas membuat kepulan asap tebal yang mengganggu kualitas udara di Pontianak dan sekitarnya langsung hilang.

“Api padam tidak terbaca sebagai hotspot di Sipongi, namun itu tidak berarti bahwa tidak ada asap. Teman-teman sendiri lihat sendiri, tidak lagi ada hotspot di sini tapi ini asapnya terus eksis,” tegas Raja Juli.

Untuk menangani kondisi tersebut, personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BKO, TNI, Polri, dan BPBD terus digerakkan ke lokasi-lokasi rawan guna menyisir sisa-sisa bara api di bawah permukaan tanah gambut.


Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (ketiga dari kiri) saat meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Foto: Dok. Kemenhut.

Raja Juli menegaskan pihaknya akan terus memantau pergerakan hotspot dan jarak pandang (visibility) secara berkala. Meskipun data teknis menunjukkan penurunan titik panas, kondisi lapangan dinilainya masih membutuhkan perhatian dan penanganan ekstra intensif.

“Malam nanti akan kita pantau kembali ya jumlah hotspot maupun visibility-nya ya. Namun saya ingin mengatakan bahwa kondisi Kalbar sedang tidak baik-baik saja. Angka, sekali lagi angkanya menurun, angka hotspot-nya menurun ketimbang hari lalu, tapi asapnya hari ini sangat, sangat, sangat tidak baik,” kata Raja Juli.

(Fachri Audhia Hafiez)