30 May 2026 22:58
Penampilan kreasi tarian asal Bali, Pelegongan Mesatya, sukses memukau perhatian penonton di panggung Indonesia World Dance Festival (IWDF) yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta pada Sabtu, 30 Mei 2026 siang. Lebih dari sekadar pertunjukan seni budaya yang unik, tarian ini membawa pesan mendalam sebagai bentuk dukungan moral dan penghapus stigma negatif terhadap pasien pengidap kanker.
Dikutip dari Primetime News, Metro TV, inisiatif penampilan sarat makna ini digagas oleh Dokter Spesialis Onkologi Radiasi, dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, bersama seorang penyintas kanker payudara, Chrystina Ambarwati. Keduanya, bersama sembilan anggota lain yang terdiri dari lintas profesi mulai dari dokter, tenaga medis, hingga pasien kanker, tergabung dalam Komunitas Tari Move On.
Tantangan Latihan Lintas Generasi dan Profesi
Mempersiapkan penampilan tari yang harmonis dari individu dengan latar belakang kesibukan medis dan proses pemulihan tentu bukan hal yang mudah. Dokter Soehartati menjelaskan bahwa timnya membutuhkan waktu persiapan selama lima minggu.
Penentuan jadwal latihan menjadi tantangan tersendiri mengingat para penari berasal dari lintas generasi dan profesi. Meski demikian, mereka berhasil tampil sangat kompak dan mengundang apresiasi meriah dari kursi penonton.