Mama Sinta Laporkan Dugaan Eksploitasi dalam Film 'Pesta Babi' ke Polda Metro Jaya

30 May 2026 14:11

Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan Papua, Yasinta Moiwend atau yang akrab disapa Mama Sinta, melaporkan dugaan eksploitasi terhadap dirinya ke Polda Metro Jaya pada Jumat, 29 Mei 2026. Laporan tersebut dilayangkan setelah wajah dan dokumentasi dirinya ditampilkan dalam film dokumenter berjudul 'Pesta Babi' tanpa persetujuannya.

Mama Sinta datang ke Polda Metro Jaya didampingi kuasa hukum serta perwakilan masyarakat adat Papua. Dalam laporannya, ia menyatakan keberatan atas penggunaan identitas dan dokumentasi dirinya yang ditayangkan dalam film tersebut tanpa adanya izin maupun komunikasi sebelumnya.

Menurut Mama Sinta, dirinya baru mengetahui film tersebut diputar di sejumlah lokasi, termasuk di Jayapura, tanpa pernah dimintai persetujuan sebagai pihak yang ditampilkan dalam dokumenter.

“Film yang diputar di Jayapura di Susteran Maranatha, tanpa izin dari saya. Mereka putar film "Pesta Babi" itu di mana-mana,” ujar Mama Sinta dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu 30 Mei 2026. 


Ia mengaku merasa kecewa dan sakit hati karena wajahnya ditampilkan dalam film tanpa sepengetahuannya. Karena itu, ia memutuskan datang ke Jakarta untuk menempuh jalur hukum.

“Saya sakit hati. Saya kecewa sekali. Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka, saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati. Tanpa izin dari saya,” katanya.

Mama Sinta juga meminta agar penayangan film dokumenter tersebut dihentikan sampai persoalan yang dipermasalahkannya mendapat kejelasan. Menurutnya, penggunaan wajah dan dokumentasi pribadi tanpa persetujuan merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)