11 January 2026 19:07
Akses transportasi yang terputus total membuat lima desa di Kemukiman Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, terisolasi. Warga mendesak pemerintah segera membangun kembali jembatan agar akses ekonomi dan kehidupan mereka pulih.
Sudah lebih dari satu bulan, sekitar 2.000 jiwa yang tersebar di Desa Linge, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, dan Kute Reje hidup dalam keterbatasan. Mereka "terkurung" akibat akses utama di dua titik vital, yakni Jembatan Kala Ilie dan Jembatan Reje Payung, putus total diterjang bencana.
Saat ini, warga hanya mengandalkan akses darurat berupa jembatan apung dan jembatan kabel (sling) seadanya untuk beraktivitas. Meskipun bantuan logistik terus disalurkan melalui jalur udara maupun estafet darat, serta layanan pengobatan dari pemerintah dan donatur tetap berjalan, kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan.
Baca Juga :
Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Desa Kute Reje. Di wilayah ini, seluruh rumah warga hancur tersapu banjir bandang, bahkan area permukiman tersebut kini telah berubah menjadi aliran sungai.
Selain itu, kerusakan parah juga melanda Desa Delung Sekinel, Jamat, dan Reje Payung. Sebagian besar warga di empat desa ini harus direlokasi karena rumah, tanah tapak rumah, serta lahan pertanian dan perkebunan mereka hancur total.
Tokoh Masyarakat Kemukiman Jamat, Ilyas Pasa, mengungkapkan betapa sulitnya kondisi warga saat ini. Selain terisolasi secara fisik, mereka juga terputus dari akses komunikasi dan kebutuhan dasar.
"Masyarakat terkurung, tidak bisa keluar lagi. Komunikasi tidak terjangkau, putus sama sekali. Listrik sudah padam, air minum juga tidak ada karena keruh semua. Sampai saat ini belum ada alat penjernihan air," ujar Ilyas Pasa.
Warga berharap pemerintah segera memprioritaskan pemulihan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan, agar roda perekonomian dan kehidupan sosial di Kemukiman Jamat dapat kembali normal.