Targetkan E50 dan B50, Prabowo Optimistis Indonesia Tak Perlu Lagi Impor BBM

21 October 2026 17:54

Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia mampu menghentikan ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui pengembangan energi terbarukan berbasis tanaman, seperti biodiesel B50 dan bioetanol E50. Di saat yang sama, Presiden juga memastikan bahwa kondisi pangan dan daya tahan energi nasional berada dalam keadaan aman di tengah ancaman krisis global.

"Dengan suasana pangan relatif kita punya daya tahan, harga minyak dunia naik dan akan naik, kita bersyukur kita punya sumber-sumber energi lain yang cukup banyak. Biodiesel kita nanti akan sangat membantu kita. Kita sudah mencapai B50 dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi etanol E50. Pada saat kita E50 dan B50, kita insyaAllah tidak perlu impor BBM lagi dari luar," ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 21 Oktober 2026.

Dalam arahannya, Presiden juga menyoroti aspek keberagaman jajaran pemerintahan yang kini menjadi wadah pembauran (melting pot) bagi putra-putri terbaik dari berbagai daerah dan latar belakang, termasuk kehadiran tokoh asal Papua seperti Bahlil Lahadalia.

"Saudara-saudara, kita sudah menjelma menjadi melting pot sekarang ya, Indonesia melting pot. Di ruangan ini saya lihat campuran ini semua. Ada Pak Bahlil, kan sudah jadi Menko. Mungkin Menko pertama dari Fakfak, betul? Menteri SDM yang pertama," tutur Prabowo.
 


Mengenai ketahanan pangan, Kepala Negara menegaskan pentingnya kemandirian pangan karena komoditas tersebut dapat berfungsi sebagai senjata strategis di masa krisis dunia. Beliau menyampaikan apresiasi karena Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan di tengah tantangan iklim ekstrem.

"Pangan itu menentukan karena sekarang pangan bisa menjadi senjata dalam keadaan krisis. Kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain. Kita bersyukur kita sudah swasembada pangan di musim yang sangat sulit, kekeringan cukup panjang kita bisa swasembada. El Nino kita hadapi, nanti ada La Nina kita hadapi, kita sudah punya kontinjensi-kontinjensi," tegas Prabowo.

Mengenai transisi energi nabati, Presiden menjelaskan bahwa pengembangan bioetanol akan dilakukan secara bertahap mulai dari E10 tahun ini hingga mencapai E50 dalam beberapa tahun mendatang guna menghentikan impor BBM.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X